Prabowo teken kerja sama kapal nelayan, hingga universitas di Inggris

2 weeks ago 11
"Agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan beliau akan menandatangani Maritime Partnership di kerja sama bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nel

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan penandatanganan kerja sama kemitraan maritim, termasuk pembuatan kapal tangkap untuk nelayan, hingga penjajakan kerja sama dengan universitas terkemuka di Inggris, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di negara itu.

Menteri Sekretaris Negara, sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa dalam kunjungan kerjanya, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London.

"Agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan beliau akan menandatangani Maritime Partnership di kerja sama bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Pras, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dalam kemitraan maritim, Presiden Prabowo akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan untuk para nelayan di Tanah Air.

Pasalnya, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari dua pertiga adalah laut, membutuhkan setidaknya puluhan ribu kapal tangkap ikan.

Menurut Pras, kapal tangkap ikan selain untuk membantu para nelayan untuk menggerakkan ekonomi lokal, juga melindungi potensi kekayaan ikan agar dapat dinikmati bangsa Indonesia.

"Kita membuka kerja sama dengan siapa pun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan," kata Pras.

Kemudian untuk agenda kedua, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Charles III untuk membahas perlindungan atau konservasi gajah di Provinsi Aceh.

Dalam pertemuan terakhir keduanya di London pada tahun lalu, Raja Charles III sebagai salah satu pembina organisasi konservasi internasional WWF, meminta Presiden Prabowo untuk mendonasikan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) lahan miliknya melalui PT Usam Hutani Lestari di Aceh untuk konservasi gajah.

"Kurang lebih tahun lalu, sekitar delapan bulan yang lalu, Bapak Presiden telah secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah, yakni atas kerja sama dengan Raja Charles," kata Pras.

Untuk agenda ketiga, Presiden Prabowo menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di bawah naungan Russel Group, Inggris, bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk kedokteran.

Pras menjelaskan bahwa kerja sama tersebut memungkinkan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan jumlah dokter di dalam negeri.

"Itu beberapa agenda beliau yang akan mungkin dalam waktu kurang lebih dua hari selama beliau berada di Inggris," kata Pras.

Presiden Prabowo Subianto diketahui tiba di Bandar Udara London Stansted, Inggris pada Minggu (18/1), untuk melakukan kunjungan kerja dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.

Selama kunjungan di Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, sedangkan dengan Raja Inggris Charles III berlangsung di St. James’s Palace.

Baca juga: Prabowo akan bertemu Raja Charles, bahas konservasi gajah di Aceh

Baca juga: Prabowo perintahkan langsung pencarian korban usai kecelakaan ATR

Baca juga: Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi-Propaganda Asing masih wacana

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |