Prabowo setujui penambahan Program Bedah Rumah pada 2027

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, sekaligus melanjutkan percepatan pembangunan rumah subsidi dan program perumahan nasional.

"Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat menjelaskan laporan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kepada Presiden Prabowo, dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Presiden menerima Menteri PKP Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6) sore. Pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia Rino Santodiono Donosepoetro.

Menurut Teddy, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan sejumlah program prioritas di sektor perumahan yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau.

Selain Program Bedah Rumah, Maruarar juga melaporkan kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, yang menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah.

"Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking," kata Teddy.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan Maruarar turut menyampaikan rencana penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 untuk memperluas jangkauan manfaat program bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat program perumahan bagi masyarakat.

Pemerintah juga terus mendorong pelaksanaan berbagai program prioritas di sektor perumahan, di antaranya pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh serta pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah diakses.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Teddy.

Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan langsung masyarakat melalui akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Baca juga: Pemerintah targetkan bedah 400 ribu rumah rakyat tahun ini

Baca juga: Pemerintah alokasikan 6.918 unit program bedah rumah di NTB

Baca juga: Mendagri-Menteri PKP tinjau program bantuan bedah rumah di Bantul

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |