Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan melatih siswa SMK Wisata Indonesia, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu menjadi wirausaha muda.
"Pelatihan ini bertujuan membekali anak muda dengan kemandirian finansial dan mengubah pola pikir konvensional sebagai pekerja. Kami ingin menyiapkan mereka menjadi wirausahawan yang tangguh dan mandiri," kata Kasudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin dalam pelatihan Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Gen Z Academy di SMK Wisata Indonesia, Jakarta, Senin.
Djaharuddin mengatakan TKK Gen Z Academy dirancang untuk mengubah pola pikir generasi Z dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif.
Kegiatan yang digagas bersama Yayasan International Creative Action (ICE) tersebut diikuti 25 peserta didik terpilih. Para peserta mendapatkan pelatihan melalui trainer, coaching, mentoring, dan matching, sekaligus mengikuti kurasi produk.
Djaharuddin menjelaskan program tersebut memiliki tiga tahapan utama, yakni penggalian potensi, pengasahan keterampilan dan inkubasi kewirausahaan.
"Pada tahap penggalian potensi, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi minat, bakat, dan keahlian dasar masing-masing secara personal sejak dini. Selanjutnya, potensi tersebut diasah menjadi keterampilan praktis yang memiliki daya guna tinggi," ucapnya.
Ia menambahkan tahap terakhir berupa inkubasi kewirausahaan, yakni mendorong peserta mempraktikkan keterampilan yang dimiliki menjadi produk atau jasa nyata yang berpotensi menciptakan peluang bisnis baru.
"Pelatihan ini berfokus pada transformasi keterampilan dasar, baik hard skill maupun soft skill, menjadi instrumen bisnis yang berkelanjutan. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga difasilitasi wadah kreatif untuk berkolaborasi dan merintis ekosistem UMKM," katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Wisata Indonesia, Muhammad Taufiqurrahman mengapresiasi kolaborasi antara Sudin PPKUKM dan Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.
Menurutnya, program tersebut relevan dengan kebutuhan peserta didik, khususnya mereka yang mengambil jurusan Perhotelan dan Kuliner.
"Kami sangat berterima kasih. Kolaborasi ini mengubah niat anak-anak yang tadinya hanya berfokus mencari kerja setelah lulus menjadi terdorong untuk membangun kemampuan, karakter, dan jiwa berwirausaha," kata Taufiqurrahman.
Taufiq memaparkan di tengah ketatnya persaingan pasar kerja di industri perhotelan dan restoran, pelatihan tersebut membuka peluang bagi siswa untuk membangun usaha secara mandiri.
Melalui TKK, peserta didik tidak hanya dilatih membuat makanan atau minuman, tetapi juga mengasah kreativitas untuk menghasilkan berbagai barang bernilai jual, seperti tas, kerajinan, hingga produk perawatan diri.
"Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini tumbuh semangat berwirausaha, sehingga lulusan kami tidak berkecil hati saat menghadapi persaingan kerja," ucapnya.
Baca juga: Kemendikbudristek latih SMK jadi wirausaha muda sambut Vokasifest
Baca juga: Kemendikbudristek : SMK harus bisa cetak wirausahawan muda
Baca juga: Santri dan pelajar SMK dilatih jadi wirausaha kopi dan cokelat
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































