Jakarta (ANTARA) - Pusat Pelatihan dan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo, Jakarta Timur pertama kalinya membuka seleksi pelatihan bahasa Jepang bagi masyarakat umum.
"Sebanyak 1.000 peserta mengikuti seleksi pelatihan bahasa Jepang di PPKPI Pasar Rebo di Jalan Raya Bogor," kata Kepala PPKPI Siti Jamharoh di Jakarta, Senin.
Seleksi bahasa Jepang ini merupakan perdana di PPKPI ini karena sebelumnya hanya ada pelatihan bahasa Inggris dan Korea.
Menurut dia, meskipun baru dibuka, namun peminat pelatihan sangat banyak. Jumlah pendaftar melalui aplikasi bit.ly/pendaftaranppkpi ini mencapai 1.000 orang lebih.
"Dari total 1.000 peserta ini kita seleksi selama tiga hari. Setiap hari dibagi dalam tiga sesi untuk seleksinya," ujar Siti.
Dari 1.000 peserta seleksi ini nantinya hanya akan diambil 20 peserta yang akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 72 hari atau sekitar tiga bulan.
Baca juga: PPKPI Pasar Rebo beri pelatihan kejuruan bahasa Inggris untuk warga
Pelatihan ini digelar karena animo masyarakat yang ingin belajar bahasa Jepang sangat tinggi. Selain itu, pelatihan kerja kejuruan lainnya digelar lagi pada hari-hari berikutnya.
Tahun 2026 ini pihaknya menargetkan ada 1.290 siswa untuk semua kejuruan karena adanya efisiensi anggaran. Sebelumnya, tahun 2025 memiliki 2.500 peserta.
"Yang lulus tahun ini, Insya Allah diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja," ucap Siti.
Saat ini, penawaran kerja di Jepang bervariasi, mulai dari otomotif, kue, perhotelan dan sebagainya.
Salah satu peserta seleksi Michael Johan Tomatala (34) mengaku dirinya mengikuti pelatihan ini karena termotivasi untuk bisa bekerja di Jepang.
Kebetulan, sebelumnya dia juga sudah pernah mengikuti pelatihan kejuruan multimedia di PPKPI Pasar Rebo.
"Dari dulu saya suka film animasi Jepang. Sehingga sangat kuat berkeinginan untuk bekerja di Jepang. Mudah-mudahan impian ini bisa direalisasikan," jelas Michael.
Menurut dia, seleksi hari ini merupakan yang pertama dan nantinya ada seleksi lanjutan. Materinya yakni soal psikotes dan matematika.
Baca juga: Tekan pengangguran, Pemkot Jaktim latih 1.350 warga sepanjang 2025
Baca juga: Tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun jadi 6,05 persen
"Saya berharap ketika di Jepang nanti bisa bekerja sebagai pengemudi driver. Karena gajinya cukup menjanjikan, yaitu di atas Rp20 juta per bulan," ucapnya.
Adapun seleksi akan berlangsung tiga hari hingga Rabu (21/1). Proses seleksi di ruang serbaguna PPKPI ini sempat ditinjau Wakil Gubernur DKI Rano Karno dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































