Jakarta (ANTARA) - Polri menyiagakan lima kapal di jalur strategis nasional serta menyiapkan personel gabungan guna menghadapi potensi situasi darurat di perairan dalam pengamanan masa mudik Lebaran 2026.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat melalui langkah antisipatif yang terukur dan respons cepat di lapangan.
“Kita tidak menghendaki, tapi situasi kontinjensi kedaruratan ketika terjadi laka (kecelakaan) air sudah dipersiapkan,” kata Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa, dikutip dari keterangan resmi.
Sebagai penguatan di jalur mudik laut nasional, lima kapal utama yang disiagakan di titik-titik strategis, yaitu:
- KP BIMA – 7014 (Klas A3) – Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur;
- KP KASTURI – 6002 (Klas B1/B2) – Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat;
- KP MANYAR – 5003 (Klas B2) – Pelabuhan Gilimanuk, Bali;
- KP GELATIK – 5016 (Klas B2) – Pelabuhan Merak, Banten;
- KP GAGAK – 3011 (Klas C1) – Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Kapal-kapal tersebut memiliki kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah hingga 10 hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama (SAR awal), dan respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di laut.
Sebagai contoh implementasi kesiapsiagaan, di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, telah disiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya.
Dalam kesiapan ini juga, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan secara matang guna meminimalkan potensi fatalitas.
Adapun Polri memprediksi peningkatan arus mudik di sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Pelabuhan Bakauheni, mulai pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang telah disiapkan. Seluruh jajaran diminta mengedepankan quick response time agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional.
Baca juga: Kapolri beri 50 motor bagi tiga Polda terdampak bencana banjir
Baca juga: Polri siagakan 2.746 posko selama Operasi Ketupat 2026
Baca juga: Korlantas Polri siapkan 25 pos pelayanan terpadu selama masa mudik
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026


















































