Indonesia jajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China

4 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - Indonesia menjajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China, demikian Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun saat menerima kunjungan Sekretaris Komite Partai Komunis China untuk daerah Guangxi, Chen Gang, di KBRI Beijing pada 13 Maret lalu.

"Guangxi memiliki potensi besar di bidang AI yang tidak hanya bermanfaat dalam pengembangan pertanian cerdas, tetapi juga di bidang kesehatan, budaya, dan pariwisata. Karena itu, ke depannya, saya ingin terus mendorong penguatan kemitraan di bidang-bidang tersebut dengan Guangxi," ujar Djauhari dalam keterangannya.

Indonesia dan Guangxi sebelumnya juga menjajaki peluang kerja sama penggunaan AI untuk sektor penyiaran, terutama melalui penjajakan kerja sama antara Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) dan Kantor Informasi Pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi pada awal bulan lalu. Pusat Aplikasi AI, yang merupakan hasil kerja sama antara Provinsi Guangxi dan ASEAN, juga telah didirikan di Kota Nanning.

Penjajakan kerja sama ini dilakukan seiring dengan terus menguatnya hubungan kedua pihak (Indonesia dan Guangxi). Nilai perdagangan keduanya meningkat 40 persen pada tahun lalu, mencapai 4,73 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.990). Selain itu, semakin banyak perusahaan dari Guangxi yang telah berinvestasi di Indonesia, seperti di bidang transportasi hijau serta produksi mesin konstruksi dan alat berat.

Penguatan kemitraan ini juga didukung oleh semakin intensifnya koneksi people-to-people (antarmasyarakat), termasuk melalui kerja sama pendidikan. Pada 2024, Indonesia dan Guangxi telah menandatangani kerja sama di bidang pendidikan vokasi. Melalui kerja sama tersebut, berbagai universitas dan politeknik di Indonesia telah menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan asal Guangxi yang telah berinvestasi di Indonesia guna memperkuat kapasitas teknis vokasi, khususnya yang mendukung industri di Indonesia. Djauhari menyebut kerja sama semacam itu perlu untuk terus dilanjutkan. Selesai

Pewarta: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |