Jakarta (ANTARA) - Polri dan Komisi IV DPR RI mendukung penuh program prioritas pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan meninjau Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat.
Dilansir dari keterangan yang dikonfirmasi, peninjauan itu dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Ketua Pembina YKB Juliati Sigit Prabowo, Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, dan jajaran lainnya.
Kapolri dan rombongan meninjau secara langsung fasilitas yang ada di SPPG dan memantau proses memasak hingga pengecekan sampel makanan untuk memastikan kualitas dan kehigienisan bahan pangan yang disajikan bagi siswa penerima program MBG.
Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dalam kesempatan itu turut mengemukakan bahwa pengelolaan MBG di SPPG Polres Karanganyar telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.
Selain meninjau dapur dan proses pengolahan makanan, Kapolri juga mengecek instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menyerahkan bantuan sosial kepada warga Karanganyar berupa beras, gula, teh, minyak goreng 1 liter, biskuit, dan mi instan.
Sebagai informasi, SPPG yang dibangun di bawah pengawasan Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto tersebut mendukung program MBG untuk sekitar 4.000 siswa di 16 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA di wilayah Karanganyar.
Uji coba operasional SPPG telah dilakukan sejak 30 September dengan melayani 500 porsi. Kemudian, berlanjut pada 3 dan 8 Oktober dengan peningkatan hingga 1.750 porsi.
Proses penyediaan makanan di SPPG tersebut dilakukan secara ketat.
Pemilihan serta pembelian bahan mentah diawasi langsung oleh pengurus Bhayangkari Karanganyar, termasuk pengecekan ulang terhadap kuantitas dan kualitas bahan agar sesuai dengan kriteria gizi dan kelayakan konsumsi.
Kebersihan area pengolahan dan penyajian makanan juga diawasi oleh tenaga ahli gizi, sementara proses distribusi ke sekolah-sekolah dipantau ketat oleh pengawas SPPG.
Setibanya di sekolah, makanan terlebih dahulu dicicipi oleh guru untuk memastikan dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi siswa.
Limbah hasil produksi makanan juga diolah melalui sistem pengelolaan air limbah agar tidak mencemari lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan sekitar.
Baca juga: BGN tingkatkan kapasitas petugas SPPG di Jatim agar MBG lebih maksimal
Baca juga: Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































