Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggencarkan perbaikan fasilitas ibadah di wilayah terdampak bencana Sumatera Utara (Sumut) menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan Polri memprioritaskan pembersihan dan perbaikan gereja-gereja yang terdampak bencana.
“Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk memastikan perayaan Hari Natal di wilayah terdampak bencana dapat berlangsung dengan aman dan lancar, kami melaksanakan langkah pemulihan melalui pembersihan dan perbaikan gereja, pengamanan tempat ibadah," ujarnya dikutip di Jakarta, Selasa.
Selain pemulihan sarana ibadah, Polri pun menaruh perhatian besar pada kondisi fisik dan psikologis masyarakat pascabencana. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), layanan kesehatan dan pengobatan gratis telah diberikan kepada 6.041 warga terdampak di berbagai wilayah.
Sementara itu upaya pemulihan psikologis dilakukan melalui pendampingan penyembuhan trauma yang dilaksanakan oleh Biro SDM Polri. Kegiatan ini menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan masyarakat, yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Baca juga: Gubernur Bobby: Stok pangan aman jelang Natal dan Tahun Baru di Sumut
"Terkait pemulihan kondisi masyarakat pascabencana, kami berfokus pada pemulihan fisik dan psikologis para pengungsi," kata Whisnu.
Sebelumnya saat meninjau Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sibalanga, Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, Wapres Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan salam Natal dari Presiden Prabowo Subianto serta harapan agar masyarakat senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan.
Selain meninjau lokasi terdampak dan berdialog dengan warga, Wapres juga membagikan kado Natal berupa mainan untuk anak-anak, serta bantuan kemanusiaan berupa sembako, buku, tas ibu bayi, tas anak, selimut serta makanan dan minuman.
Baca juga: Wapres Gibran bagikan kado Natal untuk anak-anak di Kota Bitung
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































