Politik kemarin, praktik curang "e-commerce' hingga KKB di Jayawijaya

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa politik kemarin (11/9) menjadi sorotan, mulai dari anggota DPR minta dugaan praktik curang e-commerce ditelusuri hingga TNI AD evaluasi sistem pengamanan pasca penembakan di Jayawijaya.

Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:

1. Anggota DPR minta dugaan praktik curang "e-commerce" ditelusuri

Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu meminta pemerintah menelusuri dugaan praktik curang dalam perdagangan elektronik (e-commerce), termasuk dugaan permainan harga dan pengaturan algoritma yang merugikan penjual.

Bane mengatakan persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh setelah Komisi VII menerima aduan dari sejumlah penjual TikTok Shop dan Tokopedia terkait pembekuan akun serta penahanan saldo.

"Persoalan ini harusnya bisa diselesaikan dengan baik. Pemilik platform boleh menetapkan aturan tapi tak boleh bertentangan dengan Undang-Undang di Republik ini," kata Bane dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini


2. Kemendagri tegaskan pendefinisian ulang OAP sebagai hoaks

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat mengenai rencana pendefinisian ulang Orang Asli Papua (OAP) tidak benar atau hoaks.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memastikan tidak ada berita, pernyataan, maupun rencana Kemendagri untuk menyusun atau mengubah definisi OAP.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa secara legal formal terkait dengan definisi Orang Asli Papua itu kan sudah diatur dalam Pasal 1 huruf t Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua,” ujar Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini


3. Satgas PRR minta stakeholder prioritaskan penanganan pascabencana

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meminta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bersatu memprioritaskan percepatan penanganan pascabencana.

"Ini masalah kemanusiaan. Kita berdosa kalau seandainya rakyat enggak ditolong, sementara kita memiliki kemampuan membantu mereka,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca selengkapnya di sini


4. Wapres beri penghormatan ke pemadam yang gugur saat tangani karhutla

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan rasa duka dan penghormatan ketika menemui keluarga Akhmad Rizani, petugas yang gugur ketika menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Kamis, Wapres mendatangi kediaman almarhum Akhmad Rizani di Palangka Raya pada hari ini untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan di sela kunjungan kerjanya meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

"Saya menyampaikan duka cita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla," ujar Wapres Gibran.

Baca selengkapnya di sini


5. TNI AD evaluasi sistem pengamanan pasca penembakan di Jayawijaya

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya akan mengevaluasi sistem pengamanan warga sipil di papua setelah tiga orang warga sipil tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Pegunungan, Rabu (9/9).

"Ini yang terus kita tetap evaluasi. Pasukan kita juga sudah mulai ditempatkan di tempat-tempat yang sudah kita antisipasi," kata Maruli saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Menurut Maruli, seluruh pasukan telah melakukan pengamanan wilayah dan pengejaran para anggota KKB secara maksimal.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |