Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta kepada Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta agar memperkuat layanan kemanusiaan yang terintegrasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.
Menurut dia, sejumlah upaya yang dapat dilakukan, antara lain dengan menetapkan roadmap digitalisasi yang jelas, memastikan integrasi sistem dan data layanan antarsatuan PMI, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
“PMI perlu memiliki roadmap digitalisasi yang jelas, bertahap, dan terukur, mencakup tata kelola organisasi, pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta pembinaan relawan,” kata Rano saat membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI DKI Jakarta Tahun 2026 di Jakarta Pusat, Selasa.
Selain itu, Rano juga meminta PMI DKI Jakarta agar menyusun program kerja yang realistis, efisien, dan berorientasi pada dampak, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia usaha, dan masyarakat.
Dia turut menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang akuntabel dan transparan, mengingat setiap dukungan dan pendanaan yang diterima harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Rano pun menyoroti peran strategis PMI dalam layanan donor dan distribusi darah yang dinilainya tidak tergantikan oleh institusi lain.
Dia mengungkapkan kebutuhan darah di Jakarta sangat besar, sementara kapasitas pengumpulan darah harian masih terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk dan fasilitas kesehatan yang ada.
Tak lupa, Rano mengapresiasi jajaran pengurus dan relawan PMI DKI Jakarta atas dedikasi dan peran aktif mereka, termasuk dalam merespons berbagai situasi darurat dan bencana, serta kontribusi dalam penyediaan layanan darah yang sangat vital bagi sistem kesehatan.
Baca juga: Rano Karno harap kegiatan donor darah di Jakarta berkesinambungan
Baca juga: PMI DKI berikan penghargaan kepada 200 pendonor darah sukarela
Baca juga: Rano ajak warga Jakarta tingkatkan kepedulian lewat donor darah
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































