Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyatakan siap mendukung penuh program prioritas Presiden untuk membangun 80 ribu Koperas Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu mengatakan, dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan listrik andal serta berbagai inovasi layanan yang dirancang khusus untuk mendukung keberlanjutan koperasi.
Darmawan menjelaskan, salah satu program unggulan adalah menghadirkan transaksi pembayaran dan pembelian token listrik melalui platform WhatsApp yang dioperasikan oleh agen Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami membuat platform pembayaran di mana agen-agen koperasi bisa mendatangi rumah-rumah dan langsung melakukan transaksi listrik. Agen cukup menggunakan WhatsApp yang tersambung dengan server pembayaran,” ujarnya.
Baca juga: PLN tambah fitur Penyambungan Sementara untuk hajatan hingga proyek
Melalui sistem ini, dia menyebut setiap transaksi pembayaran listrik memberikan kontribusi biaya operasional bagi koperasi.
Ia mencontohkan, jika terdapat 1.000 rumah pelanggan, maka koperasi bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan.
Dengan cakupan rata-rata 5.000 hingga 8.000 rumah di satu wilayah Kopdes/Kel Merah Putih, sistem ini diharapkan menciptakan pendapatan berulang (recurring income) yang menopang keberlanjutan koperasi.
Platform pembayaran ini, menurut Darmawan, didesain khusus untuk Kopdes Merah Putih dan tidak digunakan untuk pihak lain.
Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM tekankan pentingnya implementasi Keppres 1/2025
Dengan jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, masyarakat dapat membayar listrik dengan lebih mudah.
“Ini sudah kami luncurkan dan berjalan dengan baik. Tentu saja kami perlu menganalisis kisah suksesnya, tantangannya, dan bagaimana ke depan bisa di-scale up secara nasional,” katanya.
Selain layanan pembayaran listrik, Darmawan menyebut PLN juga berencana membangun kemitraan dengan koperasi dalam pengembangan energi biomassa.
Ia mengatakan, Kopdes Merah Putih akan dilibatkan sebagai bagian dari rantai pasok biomassa untuk program co-firing di pembangkit PLN. Bahan baku biomassa berasal dari limbah sawit maupun limbah kayu.
Baca juga: ITPLN ajak pesantren jadi agen transisi energi lewat kompor biomassa
“Ini menjadi salah satu potensi kerja sama antara PLN dan Kopdes Merah Putih,” kata dia.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































