PLN implementasikan VR untuk jelajah perkembangan EBT Jatim

3 weeks ago 15

Surabaya (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengimplementasikan teknologi digital berupa Virtual Reality (VR) bertema "Virtual Journey to Green Power" untuk menjelajah perkembangan energi baru terbarukan (EBT) di Jatim.

Teknologi VR dapat digunakan untuk melihat dan memantau sejumlah proyek pembangkit listrik berbasis EBT seperti di PLTSa Benowo, PLTP Blawan Ijen, dan PLTMH di Banyuwangi hanya dari kantor PLN yang terletak di Surabaya.

“Melalui sistem digital, maka pembangkit dapat dipantau, dikendalikan, dievaluasi, bahkan dilakukan pemeliharaan secara terbatas dari satu lokasi terpusat,” kata General Manager PLN UID Jatim Ahmad Mustaqir di Surabaya, Jumat.

PLN UID Jatim memberikan kesempatan bagi sekitar 30 awak media untuk mencoba secara langsung sensasi menggunakan teknologi VR ini.

Di PLTSa Benowo yang merupakan kolaborasi PLN bersama Pemerintah Kota Surabaya telah mampu menghadirkan energi listrik dari mengolah sampah 1.600 per hari.

Baca juga: ESDM: Bauran energi bersih di ketenagalistrikan lampaui target RUKN

Sebanyak 600 ton sampah di antaranya diolah dengan metode pembangkitan gas metana melalui gas power plant, sementara 1.000 ton lainnya menggunakan metode gasifikasi.

PLTSa Benowo memiliki dua pembangkit yang memiliki kapasitas 1,65 MW sistem sanitary landfill dan 9 MW sistem gasification atau zero waste serta telah berhasil menghasilkan energi bersih 166,1 Gigawatt hour (GWh) pada 2024.

Di PLTP Ijen, teknologi VR mengajak peserta menjelajah area sumur produksi panas bumi yang mampu menyerap fluida panas bumi berupa uap dari dalam reservoir hingga menyalurkan ke permukaan untuk energi pembangkit listrik.

Secara total, kapasitas daya pembangkit berbasis EBT di Jatim saat ini mencapai 293 MW atau sekitar 3,5 persen dari total kapasitas yang sebagian besar masih didominasi oleh pembangkit fosil (PLTU).

Ahmad memastikan PLN akan terus mengembangkan potensi EBT termasuk melalui PLTS di Madura lantaran potensi energi surya di Indonesia masih besar sehingga dapat dioptimalisasi.

PLN menargetkan pada 2027 seluruh instalasi listrik di pulau-pulau berpenghuni di Madura sudah dapat beroperasi selama 24 jam.

Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital sebagai penting, termasuk untuk sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti saat ini.

Bahkan, kata dia, pemanfaatan teknologi yang benar dapat menciptakan dan menghadirkan konten yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab sehingga dapat menekan berita dan informasi hoaks yang marak terjadi di tengah masyarakat.

Baca juga: Rosan sebut EBT hingga waste to energy sektor potensial di 2026

Baca juga: Wamen PU: PSEL dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |