Karawang (ANTARA) - Petugas Jasa Marga bersama pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek seiring padatnya arus lalu lintas pada momentum libur panjang Isra Miraj, Jumat.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Jumat, menyampaikan rekayasa lalu lintas contraflow (rekayasa lalu lintas yang mengacu pada sistem pengalihan arus kendaraan melawan arah lalu lintas normal di satu ruas jalan) di ruas Tol Jakarta-Cikampek dilaksanakan atas diskresi pihak kepolisian.
Contraflow diterapkan mulai siang hari, sekitar pukul 11.51 WIB di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, dari KM 47 hingga KM 65. Sedangkan sebelumnya atau pada pukul 10.39 WIB telah dilakukan contraflow dari KM 47 sampai KM 55.
"Jadi, rekayasa lalu lintas contraflow yang diterapkan sempat diperpanjang karena tingginya volume lalu lintas yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek," katanya.
Ia menyampaikan contraflow diterapkan untuk mengurai kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada momentum libur panjang Isra Miraj. Jika kepadatan terurai, petugas akan menghentikan rekayasa itu.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.
"Pastikan juga kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," imbuhnya.
Baca juga: Jasamarga operasikan 22 gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama
Sementara itu, memasuki libur panjang peringatan Isra Mira, PT JTT memproyeksikan sebanyak 288.440 kendaraan atau naik 12,69 persen dari lalu lintas normal akan bergerak menuju Wilayah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama.
Untuk mengantisipasi potensi peningkatan mobilitas tersebut, JTT menyiapkan berbagai langkah kesiapan layanan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tol di ruas Trans Jawa tetap aman, lancar, dan nyaman.
Sebagai bagian dari antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, JTT melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lalu lintas serta memastikan kesiapan seluruh fasilitas operasional, mulai dari layanan transaksi di gerbang tol, kesiapsiagaan petugas di lapangan, hingga optimalisasi sarana keselamatan jalan.
PT JTT juga mengoptimalkan pemanfaatan gardu tol yang tersedia dengan mengedepankan efektivitas sumber daya operasional yang telah ada.
Di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, JTT mengoperasikan 35 gerbang tol dengan total 209 gardu serta didukung 66 unit Mobile Reader.
Untuk mendukung keselamatan berkendara, JTT juga memastikan kesiapan rest area yang tersebar di Ruas Trans Jawa agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna jalan sebagai tempat beristirahat.
Baca juga: Petugas perpanjang contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































