Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) bekerja sama dengan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan berbagai lembaga serta komunitas kesehatan mencanangkan gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis 2025 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu.
Gerakan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang.
"Kesehatan tulang adalah fondasi penting bagi produktivitas bangsa. Masyarakat harus semakin peduli dan aktif menjaga kekuatan tulang sejak dini," ujar Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro.
Pada kesempatan tersebut, Perwatusi juga meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Membangun Masyarakat Peduli Osteoporosis Indonesia, Katakan Tidak pada Keropos Tulang (Say No to Fragile Bone)".
Perwatusi menegaskan, kampanye tersebut juga menjadi gerakan edukatif lintas generasi yang mengajak masyarakat untuk mencegah osteoporosis sejak dini melalui gaya hidup sehat dan aktif, yang menyasar tidak hanya masyarakat perkotaan, tetapi juga seluruh warga negara hingga ke pelosok.
Baca juga: Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis
Sementara itu, Ketua Umum Perwatusi Anita A. Hutagalung mengemukakan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat melalui peran keluarga dan sekolah dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup untuk membantu penyerapan kalsium.
"Kami berharap gerakan ini bisa tumbuh di rumah-rumah, sekolah, komunitas, dan tempat kerja, karena tulang yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang kuat," ujar dia.
Group Manager Adult Nutrition Kalbe Nutritionals Dicky Sulaiman mendukung penuh upaya Perwatusi dan Perosi dalam mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya menjaga kepadatan tulang sejak muda, dengan nutrisi cukup dan aktivitas fisik yang teratur untuk mencegah osteoporosis.
Mitra kolaborasi PYC, Filda C Yusgiantoro menyatakan komitmennya dalam menggerakkan literasi kesehatan masyarakat tentang osteoporosis.
"Osteoporosis adalah penyakit senyap yang sering diabaikan, padahal dampaknya besar terhadap kualitas hidup. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap tulang sebagai kebiasaan sehari-hari," ujarnya.
Baca juga: Kenali penyebab dan faktor risiko osteoporosis
Kegiatan HON 2025 diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi awal lahirnya Gerakan Nasional Peduli Osteoporosis Indonesia yang berkelanjutan.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































