Jakarta (ANTARA) - Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso menekankan bahwa kepercayaan atau trust konsumen dan mitra pemangku kepentingan menjadi modal perkuat potensi daya saing industri kosmetik Indonesia.
“Dengan modal trust tersebut kita bisa mempunyai daya saing yang kuat, sehingga kita bisa meneruskan pertumbuhan dari kosmetik Indonesia ini ke level yang berikutnya,” ujar Sancoyo, dalam temu media di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut juga perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan inklusivitas, terutama bagi para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Karena kita lihat bahwa salah satu aktor dari pelaku bisnis kosmetik Indonesia ini adalah UMKM, jadi kita harus dorong terus,” kata dia.
Baca juga: Perkosmi gelar pameran kosmetika Indonesia Cosmetic Ingredients ke-14
Sancoyo menilai bahwa industri kosmetik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Untuk mewujudkan potensi tersebut, lanjut dia, dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar industri kosmetik nasional tidak hanya tumbuh besar di dalam negeri, namun juga bisa menginfiltrasi bisnis kosmetik di negara-negara yang lain.
“Jadi intinya adalah potensinya besar, butuh kolaborasi, dan besar tidak hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara,” tutur dia.
Lebih lanjut, Sancoyo menyampaikan bahwa Perkosmi yang akan menginjak 50 tahun itu bisa menjadikan industri kosmetik menjadi semakin terpercaya dan kompetitif.
Oleh karena itu, Perkosmi terus bersama-sama berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa kepercayaan dari konsumen yang sudah baik selama ini dapat terus dijaga dengan pondasi kepada kepatuhan terhadap regulasi, inovasi, dan memperkuat daya saing.
“Karena kami percaya bahwa potensinya itu ada. Kami percaya bahwa dengan semakin sejahteranya suatu bangsa, maka kebutuhan akan beauty and personal grooming ini akan juga terus tumbuh,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan bahwa industri kosmetik di Indonesia tumbuh signifikan hingga mencapai angka 6,3 persen per tahun.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan akan mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 5,5 persen dalam lima tahun ke depan.
Baca juga: Bahan kosmetik premium yang terjangkau, solusi jaga daya beli
Baca juga: Perkosmi jelaskan faktor pertumbuhan industri kosmetik Indonesia
Baca juga: Komisi VII minta Perkosmi "kejar" kosmetik ilegal lindungi produk lokal
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































