Jakarta (ANTARA) - Curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir telah memicu terjadinya banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Selain menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat, kondisi ini juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan.
Genangan air banjir berpotensi mencemari sumber air bersih dan lingkungan sekitar sehingga meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit.
Salah satu jenis penyakit yang kerap muncul pascabanjir adalah diare, yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri dan virus yang terbawa air banjir ke sumber air bersih yang digunakan untuk memasak, mencuci, atau mandi.
Selain itu, penggunaan peralatan makan serta konsumsi makanan dan minuman yang telah tercemar air banjir juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diare.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui dan memahami upaya penanganan diare yang aman dan mudah, termasuk dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar.
Berikut ini adalah daftar bahan-bahan alami yang dapat dikonsumsi guna membantu mengatasi diare.
1. Teh chamomile
Sifat antiinflamasi (antiradang) dalam teh chamomile diketahui dapat membantu meredakan gejala diare.
Kemudian, senyawa bisabolol dan apigenin yang bersifat menenangkan berperan pula dalam mengurangi peradangan saluran pencernaan serta membantu merelaksasikan sistem saraf.
Selain itu, chamomile juga memiliki sifat antispasmodik yang bisa membantu mengurangi kontraksi usus sehingga tinja dapat tertahan lebih lama dan ketidaknyamanan pada perut pun berkurang.
2. Jahe
Sejak lama, jahe telah dipercaya dan dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai gangguan kesehatan, termasuk diare.
Berdasarkan penelitian pada 2015, jahe mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare seperti listeria dan E. coli.
Jahe bekerja dengan memblokir zat beracun yang dihasilkan bakteri tersebut sekaligus mencegah penumpukan cairan di dalam usus.
Selain itu, jahe juga efektif membantu meredakan keluhan diare yang sering menyertai seperti perut kembung, mual, dan muntah.
Guna memperoleh manfaatnya, jahe dapat dikonsumsi sebagai teh atau cukup dicampurkan dengan air hangat.
3. Makanan kaya serat larut
Serat larut berperan dalam mengentalkan konsistensi tinja dan mengurangi frekuensi buang air besar yang berlebihan.
Tidak hanya itu, serat larut juga mengandung nutrisi alami yang dapat mendukung kesehatan usus secara menyeluruh.
Makanan kaya serat larut antara lain gandum, oatmeal, kacang polong, apel, dan wortel.
4. Makanan dengan kandungan probiotik
Probiotik merupakan bakteri baik yang mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan, terutama bagi sistem pencernaan.
Dalam kasus diare, probiotik berperan membantu menyeimbangkan kembali bakteri baik di usus yang terganggu akibat infeksi, sekaligus melindungi organ sistem pencernaan dari serangan bakteri maupun virus penyebab diare.
Probiotik dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan seperti tempe, natto, yoghurt, dan kimchi.
5. BRAT diet
BRAT diet merupakan istilah untuk pola makan yang mencakup banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toast (roti).
Diet ini kerap dianjurkan bagi penderita diare karena makanan-makanan tersebut rendah lemak, mengandung serat dan protein yang tinggi, serta memiliki tekstur yang lembut sehingga efektif membantu meredakan masalah pencernaan termasuk diare.
Apabila diare tidak kunjung membaik dalam waktu beberapa hari, bahkan setelah mengonsumsi bahan-bahan alami di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter, agar mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kita.
Baca juga: Humaniora kemarin, siswa SR juara Olimpiade hingga riset bencana
Baca juga: Kemenkes tindaklanjuti penyakit pascabanjir yang dominasi Aceh Tamiang
Baca juga: Dinkes Kalsel beri pelayanan kesehatan masyarakat terdampak banjir
Pewarta: Nadine Laysa Amalia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































