Pentagon naikkan ancaman spionase dari Israel ke tingkat tertinggi

3 hours ago 1

Istanbul (ANTARA) - Pentagon telah menaikkan penilaian ancaman kontra-intelijen terhadap Israel ke tingkat tertinggi menyusul kekhawatiran mengenai aktivitas spionase Israel yang dinilai semakin agresif terhadap pejabat Amerika Serikat, lapor NBC News, Jumat (5/6).

Menurut dua pejabat aktif dan satu mantan pejabat Amerika Serikat yang dikutip jaringan tersebut, Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency/DIA) dalam beberapa pekan terakhir mengeluarkan penilaian baru yang menaikkan status ancaman dari Israel menjadi "kritis".

Langkah tersebut dipicu oleh kekhawatiran bahwa Israel berupaya secara khusus memantau para pejabat senior Amerika Serikat guna memperoleh wawasan mengenai pembahasan internal pemerintahan Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah, kata para pejabat tersebut.

Mengutip pejabat yang masih aktif, laporan itu menyebut penilaian DIA mencakup dokumen setebal tujuh halaman yang mengidentifikasi sejumlah insiden spesifik yang meningkatkan kekhawatiran Amerika Serikat.

Peningkatan status kewaspadaan itu terjadi ketika Presiden Trump dan Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu terlibat perbedaan pandangan terkait perang dengan Iran dan operasi militer Israel di Lebanon.

Selain itu, disebutkan pula adanya laporan mengenai percakapan yang berlangsung tegang antara dua orang tersebut pada pekan ini.

Menurut pejabat aktif dan mantan pejabat Amerika Serikat serta sejumlah pakar independen, Israel sangat berkepentingan mengetahui apakah Trump akan memutuskan untuk melanjutkan kembali operasi tempur besar terhadap Iran atau memilih penyelesaian perang melalui jalur negosiasi.

Kedutaan Besar Israel di Washington membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa tuduhan Israel melakukan pengumpulan intelijen terhadap pejabat pemerintah Amerika Serikat adalah "sepenuhnya tidak benar".

Sementara itu, Pentagon menolak memberikan komentar, sedangkan seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan laporan tersebut sebagai informasi yang tidak benar.

Namun demikian, Emily Harding, Wakil Presiden Departemen Pertahanan dan Keamanan di Center for Strategic and International Studies, menggambarkan Israel sebagai negara yang memiliki "layanan intelijen yang sangat agresif."

"Mereka sangat tertarik mengetahui apa yang sedang kami lakukan," tambahnya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump dilaporkan marah ke Netanyahu lewat telepon

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |