Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melalukan langkah antisipasi untuk menghadapi "super flu", meski belum ada temuan penyakit tersebut di Ibu Kota.
“Berkaitan dengan super flu, saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani, untuk mempersiapkan itu,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Timur, Selasa.
Pramono menyebut, hingga saat ini belum ada temuan super flu di Jakarta.
Kendati demikian, kata Pramono, ia telah meminta jajarannya untuk mengantisipasi penyakit itu.
“Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, sehingga dengan demikian Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan. Karena memang secara khusus, saya sudah memanggil Ibu Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan super flu itu,” ujar Pramono.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga telah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penularan super flu.
"Soal super flu yang sedang dikhawatirkan. Informasinya (penularan) belum masuk ke Indonesia, namun tetap kita harus waspada," kata Rano.
Sebagai salah satu upaya antisipasi, Rano menyampaikan, Pemprov bakal melakukan pemantauan terhadap wisatawan ataupun masyarakat yang pulang berlibur dari luar negeri.
"Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri, saat tiba di bandara harus ada pemantauan. Ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan," kata Rano.
Baca juga: Wagub Rano imbau masyarakat waspada penularan "super flu"
Baca juga: DKI kemarin, waspada penularan “super flu” hingga penyebaran DBD
Baca juga: Dinkes DKI imbau warga terapkan PHBS cegah penularan super flu
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































