Jakarta (ANTARA) - Kalangan dunia usaha mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memitigasi dampak banjir karena terbukti telah menekan perputaran dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Pemprov DKI Jakarta harus mengambil langkah dan mitigasi agar masalah banjir ini tidak menghantui aktivitas masyarakat setiap musim penghujan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Pernyataan itu terkait dengan banjir pada sejumlah ruas jalan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang terjadi akibat hujan deras pada Senin (12/1).
Ia mengatakan banjir itu sangat mempersempit aktivitas ekonomi dan bisnis yang menekan daya beli dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Sarman juga meminta Pemprov DKI Jakarta bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah penyangga Bodetabek untuk menangani masalah banjir musiman ini.
Baca juga: Polisi santuni keluarga anak disabilitas yang tewas saat banjir
Menurut dia, perputaran uang akibat banjir di Jabodetak turun signifikan karena pergerakan warga yang terbatas.
Ia mencatat penurunan aktivitas ekonomi terasa di pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang, Mangga Dua, Glodok, Gunung Sahari dan Kelapa Gading yang sepi pengunjung.
Layanan transportasi darat juga terjebak kemacetan, sementara sektor udara mencatat 109 penerbangan tertunda dan 31 penerbangan dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta.
Di samping itu, industri perhotelan, restoran, kafe dan destinasi wisata, termasuk Ancol, TMII, Ragunan dan Kota Tua, melaporkan penurunan omzet.
Kerusakan fasilitas publik dan rumah warga juga terjadi mulai dari perabot, kendaraan hingga drainase dan marka jalan.
Baca juga: Kadin: Sinergi diperlukan untuk atasi dampak ekonomi banjir Jakarta
"Kerugian ekonomi terjadi di berbagai sektor seperti perdagangan/ritel," katanya.
Untuk itu, Sarman mengingatkan Pemprov DKI agar terus melakukan revitalisasi sungai dan perbaikan drainase dan gorong gorong, juga modifikasi cuaca pada setiap puncak musim hujan.
"Terlalu mahal kerugian yang kita tanggung jika masalah banjir ini menjadi momok yang tidak bisa diselesaikan karena disamping kerugian ekonomi dan infrastruktur, masalah kesehatan warga juga menjadi taruhan, apalagi sampai memakan korban jiwa," katanya.
Hujan deras sepanjang Senin (12/1) lalu memicu banjir di sejumlah ruas jalan di Jabodetabek. Banjir parah terjadi hampir di semua wilayah Jakarta.
Setidaknya, ada tiga korban jiwa akibat tersengat listrik pada saat banjir di Kecamatan Cilincing dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Baca juga: Ada korban jiwa, penanganan banjir Jakarta diminta diperbaiki
Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































