Pemkab Pasaman bantu perlengkapan belajar siswa terdampak bencana

2 weeks ago 16

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menyerahkan perlengkapan belajar kepada siswa SD 22 Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol yang belajar di tenda darurat karena bangunan sekolah itu rusak akibat longsor, beberapa waktu lalu.

"Hari ini kita mendatangi langsung siswa yang belajar di tenda darurat dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah," kata Bupati Pasaman Welly Suhery di Lubuk Sikaping, Senin.

Dia mengatakan para siswa saat ini terpaksa belajar di tenda sederhana karena gedung sekolah itu rusak akibat longsor.

Selain itu, tanah dekat bangunan itu dalam kondisi retak dan terancam longsor susulan.

Dia menyatakan prihatin dengan kondisi belajar mengajar di sekolah itu.

Baca juga: Disdikbud siapkan tenda darurat untuk enam sekolah di Aceh Tamiang

Pihaknya juga berharap, pembangunan sekolah yang rusak segera bisa dilakukan dan mencari solusi atas ancaman longsor susulan itu.

Dia mengakui mengunjungi para siswa itu untuk memberikan semangat dan paket perlengkapan sekolah.

Selain itu, membantu dua tenda belajar yang langsung diserahterimakan ke pihak sekolah.

"Kepada anak-anakku sekalian, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghalangi cita-cita kita semua. Mari tetap belajar menuntut ilmu,” katanya.

Dia menyebutkan kehadirannya bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meski dalam kondisi darurat.

Dia mengakui kondisi ini langsung disikapi secara serius. Meski baru berupa solusi darurat, namun kebutuhan pelajar harus terus dipenuhi dalam menimba ilmu.

"Upaya ini merupakan solusi darurat, sembari menunggu kajian teknis lanjutan dan rencana relokasi sekolah yang saat ini sedang diproses dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Muslim memastikan proses belajar mengajar bagi siswa tidak terganggu meskipun di tenda darurat.

"Prioritas kami adalah keselamatan dan keberlanjutan pendidikan. Dua tenda ini dan perlengkapan sekolah untuk siswa adalah langkah pertama untuk memastikan standar pelayanan minimal pendidikan tetap jalan," ujarnya.

Dia mengatakan proses untuk relokasi permanen sudah dimulai, meski membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan kajian yang matang.

Baca juga: BNPB dirikan tenda belajar darurat bagi siswa terdampak banjir di Aceh

Baca juga: Mendikdasmen: 18 sekolah di Aceh belajar di tenda

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |