New Delhi (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara BRICS, dalam pernyataan bersamanya pada Sabtu, menyatakan "komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah."
"Kami mendesak Suriah untuk secara tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme serta mengambil langkah-langkah konkret guna menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait terorisme. Kami kembali menegaskan perlunya penarikan pasukan pendudukan dari Suriah," ungkap pernyataan bersama mereka yang dikeluarkan dalam KTT di New Delhi.
Para pemimpin BRIS itu juga mengecam pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Karenanya, mereka menyerukan Israel untuk menghormati ketentuan yang disepakati dengan pemerintah Lebanon dan menarik pasukan pendudukannya dari seluruh wilayah Lebanon yang masih mereka duduki, ungkap pernyataan para pemimpin negara-negara BRICS itu lebih lanjut.
Terkait dengan situasi di Sudan, para pemimpin negara-negara BRICS itu menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di negara itu, termasuk risiko meluasnya terorisme.
"Kami menyatakan keprihatinan serius atas memburuknya situasi di Sudan, termasuk krisis kemanusiaan yang semakin parah dan meningkatnya risiko penyebaran ekstremisme serta terorisme," kata pernyataan itu.
Untuk itu, mereka menegaskan kembali sikap mereka terkait hal itu dan menyerukan gencatan senjata segera dan permanen, serta penyelesaian konflik secara damai melalui dialog.
BRICS merupakan organisasi antar-pemerintah yang didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan bergabung pada 2011 sedangkan sejumlah negara lain bergabung sejak 2024.
India memegang kepemimpinan bergilir BRICS pada tahun ini. KTT BRICS ke-18 berlangsung pada 12-13 September di New Delhi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Prabowo berbincang hangat dengan Modi, Putin dan Xi di BRICS
Baca juga: Prabowo: Kekuatan kolektif BRICS harus beri manfaat nyata
Baca juga: Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari Lebanon
Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































