Pemerintah Aceh terima bantuan layanan Emergency Call 112

2 weeks ago 12

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Aceh menerima bantuan sistem layanan Emergency Call 112 dari PT Digital Sandi Informasi sebagai bagian penerapan pusat monitoring satu data kedaruratan terintegrasi di seluruh kabupaten/kota di daerah itu.

"Pemerintah Aceh sangat mendukung langkah ini. Selain mempermudah layanan keselamatan publik, bantuan ini menjadi katalisator penting dalam percepatan transformasi digital di Aceh," kata Sekda Aceh M Nasir di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan sistem tersebut akan mengintegrasikan berbagai layanan darurat, seperti pemadam kebakaran, ambulans, hingga penanggulangan bencana dalam satu pintu, sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efisien.

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada Pemerintah Aceh dalam mengoptimalkan mitigasi.

Baca juga: KLH perketat kajian lingkungan hidup strategis perusahaan di Sumatera

Direktur Operasional PT Digital Sandi Informasi Aditya Rizka mengatakan sistem layanan 112 ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh nomor darurat ke dalam satu pintu.

Ia menjelaskan bantuan tersebut bertujuan memudahkan masyarakat di seluruh Aceh dalam mengakses bantuan cepat saat menghadapi situasi kritis, mulai dari kebakaran, layanan medis, gangguan hewan liar, KDRT, pohon tumbang, kecelakaan, hingga bencana alam.

"Sistem ini akan menjadi pusat monitoring data kedaruratan yang diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Aceh," katanya.

Pihaknya memahami bahwa dalam situasi darurat, setiap detik sebagai berharga.

Melalui bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut, pihaknya ingin berkontribusi nyata dalam membangun pusat monitoring satu data kedaruratan yang responsif.

Ia berharap, sistem tersebut dapat membantu pemerintah daerah memberikan pelayanan publik secara prima.

Aditya menjelaskan melalui layanan ini, masyarakat Aceh tidak perlu lagi menghafal banyak nomor instansi, cukup dengan menekan 112, panggilan akan diterima oleh Command Center yang kemudian meneruskan informasi ke instansi terkait, seperti damkar, ambulans, polisi, atau BPBA secara seketika, cepat, dan terukur.

Dia menjelaskan sistem itu hadir dengan dua fitur unggulan yang dirancang untuk menjamin kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain tersedia selama 24 jam setiap hari dengan dukungan operator terlatih, layanan Emergency Call 112 dapat diakses secara gratis atau bebas pulsa dari semua operator seluler maupun telepon rumah.

Baca juga: Jembatan rampung, empat kampung di Ketol Aceh Tengah terhubung

Baca juga: Relawan SSB dan UGM beri pendampingan bagi pelajar di pengungsian Aceh

Pewarta: M Ifdhal
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |