Pembangunan rumah budaya di Afrika Selatan butuh waktu setahun

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan proses pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

"Mungkin sampai akhir tahun ya, namanya kami rencanakan. Nanti kami akan melihat sektor swasta juga,” ujar Fadli dalam sesi temu media di Jakarta, Senin.

Pengerjaan Rumah Budaya Indonesia di Afrika Selatan ditargetkan bisa dimulai pada tahun ini. Menurut Fadli, rencana tersebut sudah disampaikan kepada keturunan Syaikh Yusuf Al-Makassari dan diaspora Indonesia yang ada di Afrika Selatan.

Baca juga: Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan dibangun di Afrika Selatan

Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan dibangun di lahan seluas 2.000 meter persegi di dekat kompleks Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.

"Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu," kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat mengunjungi Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Jumat (31/10).

Kementerian Kebudayaan RI berupaya memperkuat ikatan historis dan persahabatan antara Indonesia dan Afrika Selatan dengan membangun Rumah Budaya Indonesia.

Menurut siaran pers kementerian, Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf Al-Makassari dirancang sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antar-komunitas untuk menanamkan nilai-nilai spiritualitas dan toleransi serta mendorong pertukaran budaya dan riset sejarah.​​​​​​​

Syaikh Yusuf, yang juga dikenal sebagai Abadin Tadia Tjoessoep, merupakan keponakan Raja pertama Gowa yang memeluk Islam, yakni Sultan Alauddin.

Perjuangan Syaikh Yusuf melawan penjajah membuat dia diasingkan ke berbagau tempat, mulai dari Batavia hingga Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan, dia membentuk komunitas muslim pertama hingga ajaran agama tersebut meluas dan membuat dia dikenal sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan.

Baca juga: Rumah Budaya Indonesia direncanakan segera dibangun di Tawau Malaysia

Baca juga: Gamelan tandai kolaborasi perdana KBRI Roma-Rumah Budaya Indonesia

Baca juga: Fadli Zon: IKN sebagai rumah bersama kebudayaan Indonesia

Baca juga: Kampus tertua di Mongolia tertarik membuka Rumah Budaya Indonesia

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |