Pembangunan huntara di Sumbar terus dikebut dengan fokus empat lokasi

5 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat (Sumbar) terus dipercepat, dimana sampai dengan Kamis (29/1) terdapat empat titik lokasi yang jadi fokus pembangunan huntara.

Dalam laporan Tim Media Presiden diterima di Jakarta, Jumat, di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, pekerjaan pemasangan rangka atau struktur tambahan untuk huntara masih berjalan, termasuk penyesuaian rangka pada area depan bangunan.

Kedua, di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, yang fokus pada pekerjaan pengecoran dan penataan area kerja demi mendukung akses serta penyelesaian bagian lingkungan huntara.

Baca juga: BNPB: Pembangunan huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus berjalan

Selain itu di lokasi Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar, terlihat pembangunan huntara sudah masuk tahap pemasangan panel dinding dan penyempurnaan bukaan pintu/ serta jendela, mengarah ke penyelesaian.

Sementara itu di Nagari Puluik–Puluik, IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan, pembangunan huntara memasuki tahap pendirian rangka utama, struktur memanjang sudah berdiri di atas lantai dasar, dan proses perakitan rangka masih berlangsung.

Baca juga: Pemerintah terus kebut pembangunan huntara di Sumbar

Pantauan di lapangan memperlihatkan pekerjaan pembangunan huntara di beberapa titik berjalan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemasangan rangka konstruksi, pemasangan panel atau dinding, hingga penataan area kerja di sekitar bangunan huntara.

Adapun pada Minggu (25/1) pemerintah telah meresmikan 117 unit huntara di Agam, Sumatra Barat. Secara keseluruhan total 618 huntara akan dibangun di Sumbar untuk warga terdampak bencana.

Harapannya, warga tak lagi tinggal di pengungsian dan bisa kembali memulai aktivitas secara normal.

Baca juga: Menko PMK: Huntara penting agar penyintas tak lama di pengungsian

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |