Beijing (ANTARA) - Sektor perawatan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di China diperkirakan siap memasuki tahun dengan prospek komersial yang lebih kuat, seiring AI semakin mempercepat pembentukan ulang pasar perawatan kesehatan melalui penerapannya dalam beragam skenario yang mencakup aplikasi klinis, layanan pasien, riset medis, hingga manajemen operasional, menurut riset pasar.
Analysys, sebuah perusahaan analitik data yang berbasis di Beijing, mengungkapkan dalam laporan riset terbarunya bahwa industrialisasi pasar perawatan kesehatan AI di China mengalami percepatan.
Perusahaan itu menyebutkan nilai pasar perawatan kesehatan AI mencapai sekitar 106 miliar yuan (1 yuan = Rp2.419) atau sekitar 15 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.871) pada 2024, dengan pertumbuhan ini didorong oleh kemajuan transformatif dalam teknologi AI dan perangkat keras cerdas.
Berdasarkan analisisnya, penerapan AI dalam skenario-skenario bernilai tinggi, seperti skrining tumor dan penanganan penyakit kronis, diperkirakan akan menjadi mesin pertumbuhan bagi industri tersebut dalam tiga tahun ke depan.
China Securities, salah satu perusahaan sekuritas terkemuka, juga menyoroti prospek pasar dan investasi yang menjanjikan bagi perawatan kesehatan AI dalam serangkaian analisis pasar yang baru-baru ini dipublikasikan.
Dalam salah satu catatan riset, China Securities secara khusus mengaitkan momentum perkembangan sektor perawatan kesehatan AI dengan dukungan kebijakan, dengan mengutip target nasional yang diumumkan pemerintah pada April 2025 untuk mengembangkan lebih dari 100 skenario tipikal dengan teknologi kecerdasan digital akan diterapkan di industri farmasi pada 2027.
Salah satu contoh penting adalah rencana yang dirilis bulan lalu oleh Komisi Kesehatan Kota Beijing, yang menargetkan penerapan luas AI dalam institusi-institusi medis pada 2027, sebuah langkah yang diperkirakan akan ditiru oleh daerah lain, menurut riset China Securities.
Dalam laporan riset Januari, CITIC Securities, perusahaan sekuritas lainnya, menyoroti adanya pergeseran mendasar dalam komersialisasi perawatan kesehatan AI di China, yang pada tahun ini menunjukkan jalur yang lebih jelas seiring dengan penguatan mekanisme pembayaran untuk solusi medis AI dan semakin teridentifikasinya pihak pembayar.
Menurut laporan tersebut, kebijakan pemerintah mendorong permintaan pasar. Sebuah pedoman yang dirilis oleh Administrasi Jaminan Perawatan Kesehatan Nasional (National Healthcare Security Administration/NHSA) China tahun lalu memasukkan diagnosis berbantuan AI ke dalam kerangka penetapan harga nasional untuk patologi, sehingga memungkinkan asuransi kesehatan publik untuk secara langsung mengganti biaya solusi medis berbantuan AI. Langkah ini, menurut laporan tersebut, telah membuka potensi komersial yang substansial bagi patologi AI.
Laporan itu juga menyebutkan banyak daerah di China, termasuk Kota Beijing dan Kota Shanghai serta Provinsi Zhejiang dan Provinsi Guangdong, mempercepat penerapan perawatan kesehatan AI, dengan basis percontohan yang didukung pemerintah telah dibentuk.
Selain itu, CITIC Securities menyoroti lima bidang investasi potensial, termasuk pengembangan obat-obatan berbasis AI, solusi AI untuk perawatan kesehatan akar rumput, sirkulasi dan transaksi data medis, diagnostik patologi berbantuan AI, dan perluasan model perawatan kesehatan AI ke pasar konsumen.
Investasi oleh perusahaan-perusahaan besar dalam model AI perawatan kesehatan, seperti PANDA, platform AI yang dikembangkan oleh Damo Academy milik Alibaba, dan Ant Afu, aplikasi manajemen kesehatan AI untuk pengguna, memperkuat kapasitas model-model ini dan mendorong komersialisasi AI perawatan kesehatan yang lebih mendalam.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































