Jakarta (ANTARA) - Selain bisa berpengaruh pada kesehatan paru-paru dan jantung, paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan masalah kesuburan pria.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan polutan udara seperti PM10, PM2.5, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida dalam jangka panjang antara lain dikaitkan dengan kerusakan DNA dan penurunan kualitas sperma.
Menurut siaran Hindustan Times pada 15 Januari 2026, para ilmuwan telah mengamati adanya penurunan bertahap pada konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma pada pria yang tinggal di wilayah perkotaan.
"Paparan lingkungan jangka panjang terhadap udara tercemar telah dikaitkan dengan air mani berkualitas rendah, yang berdampak pada konsepsi alami maupun konsepsi yang dibantu melalui IVF," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta ahli bedah laparoskopi Isha Nandal di Yellow Fertility di Rohtak, India.
Akar penyebab penurunan kesuburan akibat paparan polusi udara dalam jangka panjang adalah stres oksidatif. Polusi udara memicu lonjakan radikal bebas berlebihan di dalam tubuh.
"Ketika racun melebihi pertahanan antioksidan alami tubuh, mereka mulai menyerang sel, termasuk sel sperma," kata dr. Nandal.
Baca juga: Hal-hal yang bisa memicu penurunan kesuburan pria
Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dapat memicu ketidakseimbangan hormon.
"Kadar testosteron yang dibutuhkan untuk produksi sperma dapat menurun atau berfluktuasi akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh kontaminan," kata dokter Nandal.
Menurut studi yang hasilnya dipublikasikan dalam Frontiers in Endocrinology, paparan polutan lingkungan menyebabkan penurunan kadar sperma hingga 50 persen.
"Kesehatan sperma mencerminkan gaya hidup dan paparan lingkungan dari 2-3 bulan terakhir, artinya apa yang dihirup pria hari ini dapat memengaruhi hasil kesuburan beberapa bulan kemudian," kata dr. Nandal.
"Inilah mengapa percakapan tentang kesuburan harus berkembang; secara tradisional, diskusi seputar infertilitas berputar di sekitar jam biologis wanita, stres, berat badan, dan faktor gaya hidup," ia menambahkan.
Dia mengemukakan pentingnya meningkatkan perhatian pada keterkaitan antara paparan polusi udara dengan kesehatan reproduksi.
"Perubahan kecil dalam pilihan hidup sehari-hari, seperti menghindari area dengan lalu lintas padat, menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta menghindari merokok, dapat sangat membantu menjaga kesehatan sperma," katanya.
Baca juga: Nutrisi penting untuk menjaga kesuburan dan kualitas sperma
Baca juga: Pria dengan masalah kesuburan berisiko kena kanker payudara
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































