Palu apresiasi Pemerintah Kuwait bangun huntap bagi penyintas bencana

3 hours ago 4
Sebagian besar penghuni Huntap Kuwait Village merupakan warga Kota Palu yang menjadi penyintas bencana di Balaroa, dan juga warga dari Kabupaten Sigi dan Donggala

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengapresiasi Pemerintah Kuwait yang telah membangun 125 unit hunian tetap (huntap) di daerah itu bagi penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi 2018.

“Bapak dan ibu harus bersyukur sekali ada bantuan dari Pemerintah Kuwait. Kami, Pemerintah Kota Palu, sangat mengapresiasi bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kota Palu,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin saat peresmian Huntap Kuwait Village di Palu, Minggu.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sebelumnya belum memiliki hunian tetap, terlebih bantuan Pemerintah Kuwait mencakup lahan dan bangunan rumah.

Pemerintah Kuwait membangun 125 unit rumah hunian tetap di Desa Pengawu, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, dan 125 unit di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi.

Baca juga: Tito minta huntap Tapanuli Tengah harus segera dibangun masif

Setiap rumah merupakan bangunan tipe 42 yang terdiri atas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan satu kamar mandi serta dilengkapi fasilitas air bersih.

Menurut Wawali, keberadaan huntap tersebut memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal, masih mengontrak atau belum memiliki hunian tetap setelah bencana 2018.

Alhamdulillah mereka sudah tidak kena panas dan hujan lagi, tidak ngontrak lagi. Mereka sudah mendapatkan hunian yang lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian besar penghuni Huntap Kuwait Village merupakan warga Kota Palu yang menjadi penyintas bencana di Balaroa, dan juga warga dari Kabupaten Sigi dan Donggala.

Baca juga: Populer, penanganan erupsi Anak Krakatau - gempa NTT - banjir Sumatera

Ia berharap warga penerima bantuan dapat menjaga rumah dan lingkungan tempat tinggal dengan baik serta membangun komunikasi dan semangat gotong royong antarmasyarakat.

Ia juga mendorong warga memanfaatkan lahan yang masih kosong di sekitar hunian untuk menanam tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti tomat dan cabai.

Selain itu, kata dia, sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah berkembang di kawasan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kawasan ini bisa ditata dengan baik, mungkin ada pohon, tanaman, taman, kemudian berkembang menjadi taman bermain untuk anak-anak dan ruang terbuka untuk masyarakat berkumpul,” katanya.

Baca juga: Satgas PRR catat 649 unit hunian tetap di Aceh telah rampung

Ia berharap Huntap Kuwait Village tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang nyaman, produktif, dan memiliki ruang interaksi bagi masyarakat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kuwait atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan rumah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya.

Insyaallah bisa berada di rumah-rumah ini dengan menjaga lingkungannya dengan baik, menjaga kebersihannya dengan baik, dan jadikan rumah ini adalah rumah dengan penuh kasih dan keberkahan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kuwait Abdullah mengatakan pembangunan hunian tersebut merupakan bentuk kepedulian Kuwait kepada masyarakat yang terdampak bencana di Palu dan sekitarnya.

“Kami berterima kasih atas kesempatan untuk hadir di Indonesia, khususnya di Palu, dan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap hunian yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat serta memberikan kehidupan yang lebih layak dan nyaman bagi para penerima manfaat.

Baca juga: Wapres Gibran pastikan huntap segera dibangun di Tapanuli Selatan

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |