Pakar sebut kendaraan listrik BEV efektif tekan beban subsidi energi

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Pengamat otomotif Sony Susmana menilai kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) merupakan instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

"Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE) atau hybrid electric vehicle (HEV), BEV memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal," kata Sony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia itu, peningkatan adopsi BEV dipandang krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini menjadi beban anggaran.

"Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi," katanya.

Mengutip data Kementerian Keuangan, dia menyebutkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun.

Tren kenaikan tersebut, tambahnya, mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.

"BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, hal ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal," ujarnya.

Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan bahwa BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang, berbeda dengan kendaraan hibrida, yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, sehingga dinilai sebagai teknologi paling bersih di sektor transportasi.

Selain itu, lanjutnya, efisiensi energi BEV juga lebih tinggi karena tidak melalui proses pembakaran yang menyebabkan kehilangan energi.

"Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia," katanya.

Baca juga: Pengamat otomotif: Pasar kendaraan listrik perlu insentif baru

Baca juga: PLN catat konsumsi listrik EV naik 479 persen saat Natal-tahun baru

Baca juga: Penjualan kendaraan elektrik meningkat selama tahun 2025

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |