Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) pascabencana di wilayah Sumatera telah mencapai 1.201 sorti penerbangan per 14 Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk menekan curah hujan dan mencegah potensi bencana susulan.
"Hingga 14 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 449 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 431.600 kilogram," katanya.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, OMC telah dilaksanakan sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai sekitar 322 ribu kg, sedangkan di Provinsi Sumatera Barat tercatat 384 sorti dengan total bahan semai yang digunakan mencapai 381.325 kilogram.
Baca juga: BNPB: Jumlah pesawat operasi modifikasi cuaca di Jateng bisa ditambah
Menurut Abdul, operasi tersebut difokuskan untuk mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah-wilayah rawan terdampak bencana, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya bencana lanjutan seperti banjir dan tanah longsor.
Diketahui, pelaksanaan OMC di Sumatera bergulir usai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani di kantor Sekretariat Kabinet, Kota Jakarta Pusat, pada 22 Desember 2025.
Dalam pertemuan itu dibahas terkait arahan kepada BMKG untuk terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk modifikasi cuaca untuk mencegah sebisa mungkin turun hujan tinggi yang tidak terkontrol di Sumatera, terutama daerah terdampak bencana.
BNPB berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat.
Baca juga: BNPB lakukan OMC di Kalsel untuk minimalisasi banjir
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































