Okokan, tradisi tolak bala jelang Hari Raya Nyepi di Tabanan

1 week ago 5
  • Sabtu, 14 Maret 2026 09:11 WIB

Sejumlah warga berkeliling desa sambil membunyikan alat musik tradisional pada tradisi Okokan di Desa Adat Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (13/3/2026). Tradisi turun-temurun dengan membunyikan Okokan atau alat musik tradisional berbahan kayu yang biasanya dikalungkan pada sapi atau kerbau tersebut untuk menetralkan energi dan tolak bala sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

Sejumlah warga berkeliling desa sambil membunyikan alat musik tradisional pada tradisi Okokan di Desa Adat Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (13/3/2026). Tradisi turun-temurun dengan membunyikan Okokan atau alat musik tradisional berbahan kayu yang biasanya dikalungkan pada sapi atau kerbau tersebut untuk menetralkan energi dan tolak bala sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

Sejumlah warga berkeliling desa sambil membunyikan alat musik tradisional pada tradisi Okokan di Desa Adat Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (13/3/2026). Tradisi turun-temurun dengan membunyikan Okokan atau alat musik tradisional berbahan kayu yang biasanya dikalungkan pada sapi atau kerbau tersebut untuk menetralkan energi dan tolak bala sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |