Norjemah Pihtar karya Untan atasi kendala komunikasi di pelosok

2 weeks ago 6

Pontianak (ANTARA) - Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat menciptakan inovasi Norjemah Pihtar, perangkat keras penerjemah suara dua arah yang dapat menerjemahkan Bahasa Dayak Serawai Ambalau ke Bahasa Indonesia maupun sebaliknya.

"Lahirnya prototipe Norjemah Pihtar dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan pelayanan publik dasar, seperti kesehatan dan administrasi kependudukan bagi masyarakat adat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Sintang," kata Ketua Tim Untan Muhammad Zulkifli di Pontianak, Kamis.

Inovasi itu hasil karya mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Mereka mengembangkan "Norjemah Pihtar", sebuah perangkat keras penerjemah suara dua arah (two-way speech translator) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang beroperasi secara real-time dan offline.

Zulkifli menjelaskan bahwa perbedaan bahasa seringkali menjadi dinding penghalang komunikasi. Di sisi lain, aplikasi penerjemah konvensional di ponsel pintar tidak dapat digunakan karena mayoritas masyarakat pedalaman merupakan kawasan blank spot atau tidak memiliki akses jaringan internet.

Karena itu ia bersama anggota tim lainnya, yakni Daffa Naufal A'bari, Tarisa Arselia, dan Selsa di bawah bimbingan dosen Khairul Hafidh pada pertengahan Agustus lalu berinovasi membuat alat cerdas itu dirancang secara khusus untuk menerjemahkan Bahasa Dayak Serawai Ambalau ke Bahasa Indonesia maupun sebaliknya.

Baca juga: Mahasiswa Untan ciptakan detektor keretakan bangunan berbasis AI

Alat ini mengadopsi pendekatan Edge Computing. Alih-alih bergantung pada cloud server, Norjemah Pihtar menggunakan single-board computer Raspberry Pi sebagai pusat otak komputasi utamanya yang ditanam di dalam casing portabel.

"Alat yang kami bikin ini mengintegrasikan teknologi Speech-to-Speech, Speech-to-Text, Neural Machine Translation (NMT) dengan arsitektur Transformer, Text-to-Speech, serta Text-to-Text langsung di dalam satu perangkat keras," katanya.

Artinya, saat penutur berbicara dalam Bahasa Dayak Serawai Ambalau, alat itu langsung mendengar, menerjemahkan makna konteksnya dengan akurat, dan langsung mengucapkannya kembali dalam Bahasa Indonesia melalui speaker internal tanpa butuh internet.

Pemrosesan AI secara lokal ini memastikan Norjemah Pihtar memiliki waktu jeda (latency) yang sangat rendah, sehingga percakapan dua arah dapat mengalir natural. Dilengkapi dengan mikrofon peredam bising, layar sentuh LCD, dan modul daya baterai mandiri, alat ini siap digunakan pada medan lapangan yang minim infrastruktur listrik dan telekomunikasi.

Saat ini, prototipe Norjemah Pihtar tengah bersiap untuk tahapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2). Kehadiran inovasi ini tidak hanya menjadi solusi teknis atas kendala komunikasi antarbudaya, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan Bahasa Dayak Serawai Ambalau agar tidak tergerus laju zaman.

Baca juga: Alat penerjemah bahasa isyarat ITB menang di Korea

Pewarta: Dedi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |