MUI: Idul Fitri berhimpitan dengan Nyepi istimewa bagi masyarakat Bali

2 hours ago 1
Terkait berhimpitnya antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan momentum istimewa untuk menjalin dan membangun kembali kerukunan umat beragama antara keduanya

Denpasar (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali menilai Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang berhimpitan dengan Hari Suci Nyepi Saka 1948 adalah momentum istimewa bagi masyarakat Bali.

“Terkait berhimpitnya antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan momentum istimewa untuk menjalin dan membangun kembali kerukunan umat beragama antara keduanya,” kata Ketua MUI Bali Mahrusun Hadyono, di Denpasar, Sabtu.

Mahrusun menuturkan kedua hari besar keagamaan tersebut menjadi istimewa karena penyelenggaraan yang berhimpitan tak selalu terjadi.

Tahun ini Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026 dan Idul Fitri 21 Maret 2026 atau hanya selisih dua hari, bahkan pada organisasi Islam tertentu selisihnya menjadi hanya satu hari.

Baca juga: PHDI ambil konsep Pawongan sikapi Nyepi dan Idul Fitri berdekatan

Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan bagi kedua agama yang hidup berdampingan di Bali agar memperkuat kerukunannya, menunjukkan harmonisasi dalam masyarakat.

MUI Bali meminta seluruh masyarakat, terutama umat Muslim, agar mentaati arahan terkait pelaksanaan Nyepi, sebab pelaksanaan Catur Brata Penyepian itu berlangsung lebih dulu dari Lebaran sehingga masih terdapat kegiatan tarawih.

“Khususnya umat Muslim agar mentaati dan memenuhi seruan bersama terkait pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang bersamaan dengan jelang perayaan Idul Fitri, tetap menjaga kerukunan antara kedua umat beragama,” ujarnya.

Baca juga: TPID Bali gelar 66 pasar murah jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026

Menurut Mahrusun, menjaga toleransi saat hari raya nanti semestinya tidak sulit di Bali, sebab selain karena sehari-hari masyarakat dengan keberagamannya sudah rukun, momen yang lebih sulit juga sudah pernah dilewati, yaitu saat Nyepi dan Idul Fitri berlangsung pada hari yang sama tahun 2004 lalu.

“Hal tersebut berdasarkan kejadian beberapa tahun yang lalu tahun 2004, dimana saat itu Nyepi bersamaan dengan hari Idul Fitri, tapi berjalan lancar, Hari suci Nyepi juga berjalan khidmat, ini karena kearifan kedua tokoh agama,” kata dia.

MUI Bali berharap toleransi ini terus terjalin, tentunya dibarengi dengan komunikasi yang baik antar-tokoh agama dan masyarakat sehingga suasana pada Maret nanti kondusif dan khidmat.

Baca juga: Menko Polkam: Pemerintah pantau kamtibmas selama Idul Fitri dan Nyepi

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |