Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan tujuh proyek di enam lokasi kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) untuk kawasan perkotaan berkelanjutan.
"Sejalan dengan mandat pengembangan TOD dari Gubernur DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) sedang menyiapkan tujuh proyek di enam lokasi TOD," kata Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Dalam Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Forum and Business Matching 2026 di Tokyo, Jepang, Farchad merinci proyek tersebut yakni Kali Besar Heritage, XGL Mixed-Use, Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park and Ride, Thamrin Asset Development, Extended Concourse Bundaran HI, dan Dukuh Atas Pedestrian Deck.
Proyek-proyek tersebut, kata Farchad, fokus pada pengembangan properti dan interkoneksi untuk menciptakan area perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia memaparkan sejumlah potensi investasi terkait pengembangan kawasan berorientasi transit di Jakarta.
Dalam paparannya, ia menunjukkan sejumlah fasilitas transit yang telah dibangun oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dan mitranya selama kurun waktu 2019—2026.
Ada 14 proyek infrastruktur yang tengah dikembangkan dengan konseptransit-oriented development (TOD) yang telah dibangun oleh MRT Jakarta dan mitranya seperti pedestrianisasi Terowongan Kendal yang semula merupakan jalur kendaraan bermotor, revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin.
Kemudian, pembangunan jembatan penyeberangan multiguna Dukuh Atas yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BSI dan Stasiun KCI Sudirman, hingga Transport Hub Dukuh Atas.
Dalam forum ini, sejumlah topik didiskusikan, seperti dukungan pemerintah melalui kerangka kerja kebijakan dan peraturan, serta perspektif investor terhadap pembiayaan proyek infrastruktur. Tidak kurang dari 50 perwakilan dari 36 perusahaan dan institusi dari Jepang hadir dalam forum ini.
Indonesia–Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 yang diselenggarakan oleh Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia tersebut bertujuan untuk mempromosikan proyek-proyek investasi strategis BUMN dan BUMD yang telah dikurasi, sekaligus mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor, lembaga keuangan, dan mitra strategis dari Jepang.
Tahun ini, Delegasi Indonesia hadir menawarkan proyek strategis dari lima sektor, yaitu tol dan jalan, pelabuhan dan logistik, perkeretaapian dan TOD, properti, serta fasilitas fabrikasi besi. PT MRT Jakarta (Perseroda) hadir bersama dengan perwakilan dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.
Forum ini diharapkan dapat mendorong realisasi investasi, pemenuhan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex), serta pengembangan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
Selain mengikuti forum, delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan studi banding di salah satu pengembangan yang dibangun dengan konsep berorientasi transit yaitu kawasan Takanawa Gateway di mana pengembangan mixed use terkoneksi langsung dengan Tanakawa Station.
Baca juga: Konstruksi ruang multifungsi Stasiun Bundaran HI capai 23,52 persen
Baca juga: MRTJ: Extended concourse Bundaran HI "mini placemaking" kota modern
Baca juga: MRTJ kembangkan penataan ruang publik, pacu ekonomi inklusif
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































