Berlin (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan ingin bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Davos pada 21 Januari di tengah meningkatnya ketegangan akibat ancaman tarif AS terhadap negara-negara Eropa.
“Sejak ancaman tarif muncul, kami di Uni Eropa, bersama mitra di luar UE, khususnya Inggris dan Norwegia, telah menjalin dialog yang sangat intens sepanjang akhir pekan,” kata Merz dalam konferensi pers bersama pimpinan CDU Rheinland-Pfalz Gordon Schnieder di Berlin, Senin yang juga disiarkan saluran TV Jerman Phoenix.
Ia menegaskan Eropa bersatu dalam pandangan bahwa eskalasi sengketa harus dihindari sebisa mungkin, seraya menyebut pertemuan di Davos pekan ini sebagai kesempatan untuk melanjutkan pembahasan tersebut dalam rangkaian Forum Ekonomi Dunia pada 19–23 Januari.
“Saya juga akan mencoba bertemu Presiden Trump pada Rabu,” ujarnya.
Merz mengatakan pemerintah AS mengetahui bahwa Eropa memiliki kemampuan untuk merespons secara mandiri jika diperlukan.
“Saya tidak menginginkan itu, tetapi jika perlu, kami tentu akan membela kepentingan Eropa maupun kepentingan nasional Jerman,” katanya.
Ia menekankan bahwa pihak Eropa tidak menginginkan eskalasi dan tidak mencari konflik dagang dengan Amerika Serikat.
“Namun jika kami menghadapi tarif yang kami anggap tidak beralasan, kami memiliki kemampuan untuk merespons. Inilah yang akan kami bahas pada Kamis di Brussels,” ujar Merz.
Pada Sabtu, Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang kemudian akan dinaikkan menjadi 25 persen dan tetap berlaku hingga Amerika Serikat mencapai kesepakatan pembelian Greenland.
Sumber: Sputnik
Baca juga: UE tegaskan tak cari konflik dengan AS, namun tolak ancaman tarif
Baca juga: UE pertimbangkan penerapan tarif senilai 93 miliar euro terhadap AS
Baca juga: Negara-negara Eropa: Ancaman tarif AS rusak hubungan transatlantik
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































