Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan peringatan Isra Miraj menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
"Isra Miraj mengajarkan kita tentang kekuatan spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan. Perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan generasi masa depan bangsa," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Haedar Nashir: Isra Miraj harus dihidupkan dalam kehidupan bangsa
Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ia mengatakan bahwa perempuan, terutama ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Nilai agama, keteladanan, serta akhlak yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk di era digital yang penuh dinamika.
"Penguatan spiritual di dalam keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif. Inilah ikhtiar yang harus terus kita jaga bersama," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Baca juga: Akademisi UIN Saizu ajak rawat disiplin umat lewat spirit Isra Miraj
Baca juga: Refleksi Isra Miraj, Wamenhaj ingatkan komitmen RI untuk Palestina
Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar menekankan bahwa peristiwa Isra Miraj bukan hanya perjalanan fisik Nabi Muhammad, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
"Setelah mencapai puncak spiritual dalam Miraj, Rasulullah kembali ke tengah masyarakat. Ini mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tercermin dari akhlak dan pengabdian sosial. Penguatan iman dan spiritualitas akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," kata Menag.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































