Sleman (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan candi perwara atau candi pendamping Deret II No 19 di Situs Candi Plaosan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang telah selesai dilakukan pemugaran oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kamis.
"Kalau kita lihat ini adalah pencapaian yang luar biasa, apalagi candi ini dibangun pada masa abad IX. Mungkin prosesnya dari abad VIII, sehingga menjadi simbol harmoni, toleransi, kemajuan peradaban nusantara pada masa itu," kata Fadli Zon.
Baca juga: PT TWC dukung penuh upaya konservasi Candi Prambanan
Kementerian Kebudayaan menyebut pemugaran candi perwara (candi pendamping) pada peninggalan sejarah budaya dari abad IX Masehi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian cagar budaya yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan Belanda dan dilanjutkan setelah kemerdekaan.
Pemugaran yang dilaksanakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X tersebut melibatkan tim ahli untuk memastikan keaslian bentuk, bahan, teknik pengerjaan, dan tata letak bangunan untuk memberikan dampak positif dalam pelestarian warisan budaya.
Untuk anggaran pemugaran candi yang berukuran 4,89 meter x 4,89 meter dan tinggi 7,26 meter yang terdiri 36 lapis tersebut, seluruhnya menggunakan dana APBN 2024 dan 2025 sebesar Rp1,475 miliar.
Selain peresmian candi, Menteri Kebudayaan juga menandai dimulainya tahap pertama pengembangan lanskap Situs Candi Plaosan, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung.
Baca juga: Tim ekskavasi rekomendasikan studi kelayakan pemugaran Candi Mantingan
Baca juga: BPCB Trowulan kaji peluang pugar Candi Gayatri
Pengembangan ini akan menekankan konsep Harmony in Diversity, menggambarkan keberagaman yang ada pada candi ini, baik dalam segi sejarah, agama, maupun seni.
Dengan penataan entrance, area parkir, serta berbagai layanan wisata budaya, Candi Plaosan diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat peranannya sebagai situs warisan budaya Nusantara.
Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto dan Wening Caya Ing Tyas
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































