Mentan ubah lahan longsor Cisarua dengan tanaman berakar kuat

1 week ago 10

Bandung Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan mengubah pola tanam di kawasan rawan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman perkebunan yang berakar kuat.

“Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah dengan kemiringan tajam menjadi tanaman perkebunan, seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Anggarannya sudah tersedia, tinggal menunggu usulan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur. Kami akan bergerak cepat,” kata Amran saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Rabu.

Baca juga: Tim SAR tambah alat berat percepat pencarian 32 korban longsor Cisarua

Ia menilai perubahan pola tanam tersebut penting dilakukan untuk mencegah kejadian longsor terulang, terutama di wilayah dengan tingkat kemiringan lahan antara 20 hingga 45 derajat.

“Kalau ini tidak dilakukan, kejadian seperti ini akan terulang kembali. Ini sangat rawan,” ujarnya.

Menurut dia, kawasan yang saat ini ditanami hortikultura akan ditata ulang, karena tanaman perkebunan memiliki sistem perakaran yang lebih dalam, sehingga mampu menahan tanah dan mengurangi risiko erosi.

Ia menyampaikan langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan tanaman perkebunan nasional seluas 870 ribu hektare, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai usulan yang diperlukan, karena anggaran yang kami kelola cukup besar dari arahan Presiden,” katanya.

Terkait keberlanjutan pendapatan petani, Amran menyebut pemerintah pusat menyarankan sistem tanam sela, yakni hortikultura tetap ditanam sementara di antara tanaman perkebunan hingga komoditas utama seperti kopi mulai produktif.

Baca juga: DP3A Kota Bandung pulihkan trauma anak korban longsor Cisarua

Baca juga: Pemkab Bandung Barat tunggu kajian geologi relokasi korban longsor

“Setelah dua sampai tiga tahun, ketika kopi sudah berhasil, hortikultura bisa dikurangi dan pendapatan digantikan dengan kopi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor penyebab longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.

“Sudah bisa dilihat sekeliling ini kebun. Kebunnya pakai plastik, tanamnya pakai plastik, dan di atasnya kebun sudah naik ke puncak. Kita sudah bisa melihat faktornya apa,” kata Dedi.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |