Surabaya (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur untuk berikrar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mengasuh serta membimbing peserta didik sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat.
“Sekolah Rakyat ini dirancang khusus. Anak-anak yang belajar di sini adalah kelompok yang kerap tidak terlihat penderitaannya. Harapan adalah harta terakhir mereka, dan tugas kita adalah menjaga serta menguatkan harapan itu,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti 26 kepala Sekolah Rakyat, 91 wali asrama, dan 86 wali asuh dari berbagai daerah di Jawa Timur dan ikrar itu sebagai bentuk komitmen moral dalam menjalankan tugas pengasuhan.
Baca juga: Wamen HAM: Sekolah Rakyat wujud nyata kehadiran negara
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat bukan lembaga pendidikan biasa, melainkan instrumen negara dalam pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang terintegrasi dengan perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh yang turut hadir menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh kesetiaan para pendidik dalam mendampingi anak-anak.
“Yang paling mahal dalam mengelola Sekolah Rakyat adalah kesetiaan. Kesetiaan yang melampaui tugas dan tanggung jawab formal,” ujar Nuh.
Ia juga menegaskan setiap anak Sekolah Rakyat memiliki keunikan yang perlu ditemukan dan dikembangkan melalui pendidikan berbasis karakter serta kecakapan hidup yang diperkuat dengan sistem berasrama.
Baca juga: Pemkab OKU rekrut 78 siswa Sekolah Rakyat
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keberanian dan prestasi para siswa Sekolah Rakyat serta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penuh penyelenggaraan program tersebut.
Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 26 sekolah.
Baca juga: Pemprov Kaltim siapkan pembangunan tiga Sekolah Rakyat permanen
Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































