Menpora bangga Kontingen Indonesia buka dapur umum di APG 2025

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengaku bangga dengan Kontingen Indonesia membuka dapur umum sendiri saat berkompetisi di ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Rachasima, Thailand.

"Saya juga senang mendengar tim kita khusus membuat dapur umum sendiri, ini terobosan yang luar biasa," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Menpora merasa bangga dengan langkah Kontingen Indonesia membuka dapur umum sendiri yang menunjukkan kemandirian dan tidak mengeluh tetapi memberi solusi atas kondisi yang dialami.

Bahkan, kata dia, beberapa negara peserta juga turut mencoba dan meminta masakan dari dapur umum Kontingen Indonesia tersebut.

"Itulah bangsa kita, bangsa yang memang pantang mengeluh tapi memberi solusi tapi tetap bersahabat dengan negara lain," katanya.

Menpora hadir langsung di Thailand untuk mengikuti acara pembukaan ajang multi cabang olahraga atlet disabiltias terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung pada Selasa (20/1).

Kehadirannya bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada para atlet dan pelatih agar bisa memberikan hasil yang terbaik dalam ajang tersebut.

"Mereka luar biasa, mereka sempurna, karena itu saya apresiasi dari Tim CdM, Tim NPC Indonesia dan semua individu yang bisa membantu para atlet sebaik mungkin," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menpora juga meninjau layanan klinik, message, dan layanan kesehatan lain yang turut mendukung Kontingen Merah Putih untuk berkompetisi.

Pada APG 2025 yang berlangsung selama 20-26 Januari, Indonesia menerjunkan 290 atlet didukung 106 pelatih, 55 ofisial, serta 16 manajer untuk mengejar target meraih 82 medali emas, membidik 77 perak dan 77 perunggu dari 18 cabang olahraga yang diikuti.

Baca juga: Usai opening ceremony, Erick imbau atlet fokus bertanding di APG 2025

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |