Bekasi (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Durenjaya 4 Bekasi Timur, Kota Bekasi untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, tepat sasaran serta berkelanjutan.
Dirinya dalam kesempatan kunjungan kerja ini ingin memastikan program MBG mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita atau 3B.
"Kehadiran saya hari ini untuk memastikan pelaksanaan dan efektivitas program MBG dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak kita," katanya di Bekasi, Rabu.
Ia mengatakan MBG merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sehingga program ini harus dijalankan secara berkelanjutan, sesuai standar keamanan pangan dan gizi serta tepat sasaran.
Baca juga: Ekonom: Investasi SDM lewat MBG jadi magnet investor asing di WEF
"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari keamanan dan mutu makanan, higienitas dapur serta konsistensi distribusinya," ucap dia.
SPPG Durenjaya 4 di Bekasi Timur sendiri diketahui telah beroperasi sejak 10 November 2025 dan kini melayani 3.000 penerima manfaat. Menko Pangan turut mengapresiasi SPPG ini karena telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta sertifikat halal yang saat ini masih dalam proses penerbitan.
"Saya juga mendorong UMKM dan koperasi untuk mendukung program MBG agar ekonomi di Kota Bekasi dapat terus bertumbuh," katanya.
Zulhas pun melanjutkan kunjungan ke penerima langsung manfaat program MBG di tiga sekolah yakni SMK Karya Guna 2, SMA Negeri 18 Bekasi serta SMA Negeri 8 Bekasi untuk memberikan edukasi menyangkut literasi pangan kepada para siswa.
Baca juga: Ribuan pelajar SMKN 3 Boyolangu jalani survei epidemiologi diare MBG
Dia menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar memberikan makanan tetapi juga memastikan kualitas dan nilai gizi yang dibutuhkan pelajar Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia turut memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki mental yang kuat dan keberanian dalam meraih cita-cita. "Anak-anak yang berani dan memiliki mental kuat akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik di masa depan," kata dia.
Baca juga: Program "Mak Comblang" di Cianjur pertemukan petani dengan dapur MBG
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































