Mendes harap lokakarya Knowledge Exchange beri rekomendasi bagi desa

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengharapkan Lokakarya Global Knowledge Exchange on Community-Driven Approaches for Resilience dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif sebagai landasan penguatan kebijakan pembangunan desa.

“Melalui lokakarya ini kami berharap mendapat input dan rekomendasi yang sifatnya konstruktif, sehingga menjadi landasan kuat bagi kami dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa ke depan,” ujar Yandri saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Global Knowledge Exchange on Community-Driven Approaches for Resilience yang diselenggarakan Kementerian Desa PDT bekerja sama dengan Bank Dunia di Jakarta, Senin malam.

Dalam sambutannya pada pembukaan lokakarya global tersebut, Mendes juga menegaskan bahwa forum itu tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang berbagi data, fakta, dan pengalaman lintas negara yang akan bermuara pada lahirnya kebijakan yang tepat sasaran. Salah satu hal yang penting dibahas dalam lokakarya itu, ujar dia melanjutkan, adalah mengenai perubahan iklim.

Menurut Mendes Yandri, perubahan iklim telah menimbulkan dampak serius di berbagai wilayah Indonesia, terutama desa-desa yang menjadi kawasan paling rentan terhadap bencana. Bahkan, ujar dia, sejumlah desa dilaporkan hilang akibat banjir dan bencana hidrometeorologi di Sumatera pada akhir tahun 2025 yang dipicu oleh perubahan iklim.

Baca juga: Kemendes PDT jadikan Serang lokus awal gerakan Donor Darah dari Desa

Kemendes PDT, menurut Yandri, menilai masukan dari negara-negara peserta dan mitra pembangunan internasional, termasuk World Bank, dalam lokakarya itu bernilai penting, mengingat isu perubahan iklim dan pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara di dunia.

Ia juga menekankan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, desa ditempatkan sebagai subjek dan pelaku utama pembangunan nasional, sejalan dengan Astacita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Lokakarya global itu pun diharapkan mampu menjembatani pengalaman internasional dengan konteks lokal Indonesia, sehingga kebijakan pembangunan desa ke depan semakin adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.

Baca juga: Mendes dorong pengembangan kreativitas anak muda desa lewat e-sport

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |