Menbud dorong Makam Gunung Puyuh jadi penggerak ekonomi Sumedang

3 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong kawasan Makam Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah berbasis sejarah dan budaya.

“Kawasan Makam Gunung Puyuh dapat menjadi motor penggerak ekonomi Kabupaten Sumedang. Sejumlah unsur dapat mendukung ekonomi kreatif sekitar,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Fadli, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir pahlawan nasional Cut Nyak Dien, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, salah satunya melalui narasi sejarah dan karya budaya yang telah dihasilkan dari perjuangan sang pahlawan.

Baca juga: Menelusuri silsilah Cut Nyak Dhien yang berdarah Minangkabau

Ia mencontohkan film kepahlawanan Cut Nyak Dien yang pernah diproduksi dan dikenal luas sebagai karya sinema nasional yang merekam secara kuat perjuangan tokoh perempuan dalam melawan kolonialisme Belanda.

“Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan nasional yang telah dibuatkan film dan sangat fenomenal. Dari sana, kita bisa melihat betapa luar biasa riwayat perjuangan beliau, dan ini bisa menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis sejarah,” ujarnya.

Saat berziarah ke kompleks Makam Gunung Puyuh pada Jumat, Fadli menjelaskan bahwa Sumedang memiliki posisi strategis dalam sejarah perjuangan Cut Nyak Dien karena menjadi tempat pengasingan terakhir pahlawan asal Aceh tersebut hingga wafat.

Baca juga: Deretan film perjuangan kemerdekaan, cocok ditonton jelang HUT RI

Selama di Sumedang, Cut Nyak Dien dirawat oleh ulama setempat, Ki Haji Sanusi, yang berperan penting dalam mendampingi masa akhir hidupnya.

Dalam ziarah tersebut, Fadli juga mengenang semangat juang Cut Nyak Dien yang dinilainya sebagai simbol nasionalisme tanpa henti, meskipun harus menjalani pengasingan jauh dari tanah kelahiran.

Makam Gunung Puyuh merupakan kompleks pemakaman bangsawan Sumedang yang berada di dataran tinggi dan menjadi lokasi pemakaman para bupati Sumedang, Pangeran Sugih, serta keturunannya.

Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan, Menteri PPPA ziarah ke makam Cut Nyak Dien

Keberadaan makam Cut Nyak Dien menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah penting di Jawa Barat.

Fadli berharap nilai-nilai patriotisme dan keteladanan para pahlawan nasional, khususnya Cut Nyak Dien, dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa.

Kunjungan tersebut turut didampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat Retno Raswaty, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, serta Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana.

Baca juga: Pentingnya menyaksikan kembali film "Tjoet Nya' Dhien"

Baca juga: Film "Tjoet Nya' Dhien" tahun 1988 tayang lagi di bioskop

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |