Mega Tia mengabdi kepada negara lewat fisioterapi

1 week ago 11

Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Dedikasi kepada Merah Putih di bidang olahraga tak selalu diwujudkan lewat perjuangan di arena pertandingan dan raihan medali di podium.

Bagi Mega Tia Nurfaiza, pengabdian itu hadir melalui profesi yang senyap namun krusial, yaitu sebagai fisioterapis tim para-judo Indonesia.

Sejak ASEAN Para Games (APG) 2023 Kamboja hingga APG 2025 Thailand, dia konsisten berada di balik layar, memastikan para atlet siap bertanding, pulih dengan cepat, dan terhindar dari cedera yang menghambat prestasi.

Perempuan berumur 26 tahun asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu menjadi bagian dari tim pendukung atlet yang perannya sering luput dari sorotan.

Namun tanpa kerja fisioterapis, performa atlet di arena tak akan pernah mencapai puncak. Sebab, cedera selalu bisa datang kapan saja dan kerap membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan.

Di setiap sesi latihan dan pertandingan, Mega hadir sebagai penjaga kondisi fisik, merawat asa, dan menguatkan raga.

Lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut kini menjadi salah satu fisioterapis yang ditugaskan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk mendampingi atlet para-judo, sekaligus beberapa cabang olahraga lainnya.

Penugasan itu menuntut fleksibilitas, ketelitian, serta kepekaan tinggi terhadap kondisi masing-masing atlet yang beragam.

Selama pemusatan latihan, Mega dan tim fisioterapi menjalankan program terintegrasi di Kota Solo.

Dalam satu lokasi, mereka melayani berbagai cabang olahraga paralimpik, menjadikan kolaborasi lintas disiplin sebagai kunci utama.

Di cabang para judo, dia bekerja berdampingan dengan dokter dan massage therapist, membangun sinergi demi satu tujuan, yakni performa optimal di arena pertandingan.

Keberadaan fisioterapis bukan sekadar menangani cedera, tetapi juga melakukan pencegahan.

Latihan pendukung performa, penguatan otot, hingga program pemulihan setelah latihan menjadi bagian dari rutinitas harian.

Semua disusun dengan mempertimbangkan karakteristik olahraga para judo yang menuntut kekuatan, keseimbangan, dan daya tahan tinggi.

Tanpa dedikasi tinggi untuk membantu atlet, tentu prestasi bisa dengan mudah melayang di depan mata.

Awal jadi fisioterapis

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |