Media: Israel siap kerahkan pasukan internasional di Gaza pada Mei

1 week ago 11

Yerusalem (ANTARA) - Israel bersiap untuk mengerahkan pasukan internasional di Jalur Gaza mulai Mei sebagai bagian dari fase selanjutnya dari rencana yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Sabtu (14/3).

Pasukan tersebut, yang diperkirakan akan mencakup sekitar 5.000 tentara dari Indonesia, bersama dengan puluhan tentara dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo, dapat mulai beroperasi pada 1 Mei, lapor lembaga penyiaran tersebut.

Pasukan tersebut awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina yang sedang dibangun dengan dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA) di daerah Rafah di Jalur Gaza selatan sebelum meluas ke bagian lain dari wilayah tersebut, tambah laporan itu.

Lembaga penyiaran tersebut mengatakan delegasi militer dari negara-negara peserta diharapkan tiba di Israel dalam waktu dua minggu untuk melakukan tur pengintaian di Gaza sebelum pengerahan pasukan.

Kehadiran pasukan tersebut akan diperluas di dalam area yang disebut media Israel sebagai “garis kuning”, batas sementara di dalam Gaza tempat pasukan Israel untuk sementara mundur berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang memisahkan zona yang dikuasai Israel dari area tempat warga Palestina diizinkan untuk tinggal.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa ratusan pasukan asing diperkirakan akan berangkat ke Yordania bulan depan untuk pelatihan sebelum memasuki Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional.

Pada 9 Februari, stasiun televisi Israel melaporkan bahwa persiapan telah dimulai untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia sebagai bagian dari pasukan stabilisasi yang diimpikan dalam rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

Sebelumnya, pada 16 Januari, Gedung Putih mengumumkan struktur pemerintahan untuk fase transisi Gaza, termasuk Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dan pasukan stabilisasi internasional.

Pasukan stabilisasi akan mengawasi operasi keamanan di Gaza, melucuti senjata kelompok bersenjata, dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari fase kedua rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, yang didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang dikeluarkan pada 17 November 2025.

Pada 6 Maret, Indonesia mengumumkan bahwa mereka akan menarik diri dari Dewan Perdamaian jika gagal mendukung kemerdekaan Palestina. Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan lebih dari 160 ulama di istana kepresidenan di Jakarta.

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, setelah genosida selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 171 ribu lainnya.

Genosida itu juga turut menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan oleh PBB sekitar 70 miliar dolar AS (Rp1.187 triliun).

Sumber: Anadolu

Baca juga: Laporan: Personel RI di ISF siap diterjunkan ke Gaza pada Mei 2026

Baca juga: Perundingan Rencana Perdamaian Gaza ditunda akibat serangan AS-Israel

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |