Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar mempererat diplomasi terkait kesehatan anak melalui pelaksanaan Workshop Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kementerian Kesehatan RI yang dipusatkan di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Menuju MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Makassar, sangat senang atas kehadiran seluruh delegasi dan peserta workshop, baik dari dalam maupun luar negeri," ujar Munafri pada jamuan makan malam seluruh peserta Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce di Makassar, Rabu malam.
Menurut Munafri, pelaksanaan pertemuan internasional di Kota Makassar memiliki arti yang sangat penting, khususnya dalam memperkuat upaya bersama menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi prevalensi stunting, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di daerah.
Kehadiran forum ini menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan lainnya.
"Ini penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dan strategis dalam mencapai pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, adil, dan merata di Kota Makassar," jelasnya.
Baca juga: Saluran pencernaan sehat berperan penting dalam tumbuh kembang anak
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Januari 2026 itu membahas berbagai strategi pengelolaan kesehatan anak yang efektif dan berbasis bukti.
Termasuk penerapan Manajemen Terpadu Penyakit Anak (IMCI), promosi kesehatan usia dini, serta penguatan keterlibatan masyarakat.
"Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan, menekan biaya kesehatan jangka panjang, dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional," katanya.
Kegiatan ini diikuti oleh sembilan dari 21 ekonomi anggota APEC, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Filipina, Chinese Taipei, Thailand, dan Vietnam.
Rangkaian kegiatan workshop meliputi tujuh sesi pleno, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD), sesi berbagi praktik terbaik antarekonomi, hingga perumusan rekomendasi bersama.
Workshop ini menghadirkan pembicara utama dari Kementerian Kesehatan RI, serta narasumber dari berbagai organisasi internasional dan institusi akademik, antara lain dari UNICEF, WHO Western Pacific Region, Save the Children, UNFPA, Kolegium Kesehatan Anak, Toyama University, serta para akademisi dan pakar kesehatan anak.
Baca juga: Keragaman pangan berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan anak
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































