Mahasiswa dan ASN bantu verifikasi ribuan rumah rusak di Aceh

3 weeks ago 10
...Verifikator ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah susunan tim pelaksana per kecamatan terbentuk

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 400 relawan dari unsur mahasiswa, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta ASN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikerahkan membantu pemulihan 37.888 unit rumah yang rusak akibat bencana banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyebut para relawan ditugaskan Mendagri Tito Karnavian dalam upaya percepatan penanganan darurat banjir dan longsor di Sumatera.

"Rincian kerusakan antara lain 15.174 unit rusak ringan, 9.366 unit rusak sedang, 8.509 unit rusak berat, dan 4.839 unit rumah rusak berat hanyut (RBH)," kata Abdul Muhari.

Gabungan mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra, UIN Sunan Lhokseumawe, Universitas Syiah Kuala, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Negeri Medan, UNISAI Samalanga, STAI Barus, IAIN Langsa, Stikes, Poltekkes Langsa, STAI AT, dan Poltekkes Cut Nyak Dhien Langsa.

Baca juga: Mendagri: Kolaborasi kunci penuhi target pemulihan pascabencana

BNPB juga telah melaksanakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa dan ASN yang ditugaskan membantu percepatan penanganan banjir dan longsor di Sumatera. Selain itu, peserta juga diminta untuk terlibat aktif memverifikasi kerusakan rumah terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah setempat.

Data ini selanjutnya akan divalidasi dan verifikasi berdasarkan nama dan alamat, sesuai dengan penilaian dari formulir kerusakan rumah yang terdapat dalam lampiran petunjuk pelaksanaan Peraturan Badan Nomor 5 tahun 2017 tentang Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

"Verifikator ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah susunan tim pelaksana per kecamatan terbentuk," ucap Abdul.

Dengan adanya tim perbantuan dari Kemendagri dan gabungan mahasiswa, proses validasi dan verifikasi ditargetkan dapat selesai dalam waktu enam hari. Nantinya, hasil validasi dan verifikasi data lapangan akan disahkan menjadi dokumen R3P kabupaten yang akan menjadi dasar pengusulan pembiayaan bantuan ke pemerintah pusat.

Baca juga: Mendagri apresiasi KKP tugaskan taruna bantu daerah terdampak bencana

Baca juga: Mendagri ingatkan jangan ada rekayasa dalam pemulihan pascabencana

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |