Mahasiswa bawa kulkas tenaga surya untuk ketahanan pangan Aceh Tamiang

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Tim mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) menghadirkan inovasi cold storage portabel tanggap bencana berbasis tenaga surya, sebagai solusi ketahanan pangan darurat yang diterapkan di Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang.

Para mahasiswa tersebut merupakan bagian dari 5.040 mahasiswa yang berasal dari 36 perguruan tinggi yang berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak.

"Kami dari Politeknik Negeri Medan dipercaya melaksanakan program ini di Aceh Tamiang melalui inovasi cold storage berbasis tenaga surya. Dengan teknologi yang telah melalui riset dan implementasi di berbagai daerah, alat ini diharapkan tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sehingga mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Dosen pembimbing utama yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro Polmed, Supriyanto melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: TNI perbaiki sekolah pulihkan pendidikan pascabencana di Aceh Tamiang

Supriyanto menyebut pemanfaatan tenaga surya dalam sistem pendingin ini selaras dengan komitmen global terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan mengandalkan energi matahari, sistem ini tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon.

Mahasiswi Polmed, Riska Aini Putri menjelaskan bahwa pemanfaatan cold storage ini juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering makanan, yang sehari-hari memproduksi makanan untuk dijual kepada masyarakat setempat.

"Kami juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering. Bahkan, kemarin mereka memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil. Dengan adanya cold storage ini, bahan makanan maupun hasil masakan dapat disimpan dengan aman, termasuk saat terjadi pemadaman listrik, sehingga aktivitas UMKM bisa tetap berjalan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pelaku UMKM, Suri Julianti. Ia mengungkapkan dampak positif kehadiran cold storage berbasis tenaga surya ini terhadap keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi warga di wilayahnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada para mahasiswa. Dengan adanya cold storage berbasis tenaga surya ini, kami sangat terbantu dalam menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan tidak cepat rusak. Kami juga lebih tenang menjalankan usaha meskipun listrik tidak stabil, sehingga fasilitas ini membuat usaha kami bisa berjalan lebih stabil setelah terdampak bencana," ucapnya.

Baca juga: FKG UI lepas relawan pemulihan pascabencana ke Aceh Tamiang

Baca juga: Aceh Tamiang laporkan 98 persen UMKM mulai aktif pascabencana banjir

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, I Ketut Adnyana menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak 2026 merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar semakin kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Mahasiswa dan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada di Aceh Tamiang. Ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak," ucap I Ketut Adnyana.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |