Jakarta (ANTARA) - Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang pada saat bencana banjir terisolasi, tak lama lagi akan bisa diakses, sebab personel TNI terus mempercepat pembangunan jembatan gantung tersebut agar akses bisa tersambung lagi.
Tim Media Presiden melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu, menyampaikan para personel TNI sudah mendirikan fondasi di kedua sisi untuk membangun jembatan. Di atas fondasi dengan batu kokoh itu sudah tertancap tiang berkelir biru yang siap untuk disambungkan dengan jembatan yang dihiasi bendera Merah Putih yang berkibar.
Baca juga: TNI AD bangun jembatan gantung di Desa Lubuk Sidup Aceh Tamiang
Tampak tali-tali besi sudah membentang, kemudian dipasang pijakan agar jembatan bisa segera digunakan. Dalam waktu dekat, jembatan gantung sepanjang 120 meter itu akan tersambung.
Pembangunan jembatan gantung ini dilakukan para prajurit TNI Angkatan Darat dari jajaran Komando Resor Militer (Korem) 001/Lilawangsa.
Jembatan darurat yang dibangun di atas sungai Tamiang ini juga melibatkan peran sipil untuk teknis konstruksinya.
Jembatan gantung yang tengah dibangun ini nantinya menghubungkan kembali Kecamatan Sekerak dengan Bandar Pusaka. Sambil menunggu akses tersambung, masyarakat untuk sementara memanfaatkan perahu atau boat untuk menyeberangi sungai.
Selain untuk sarana transportasi masyarakat, keberadaan jembatan gantung ini juga penting, karena akan menjadi akses membawa logistik maupun material untuk membangun desa yang terdampak banjir.
Baca juga: Diterjang banjir, Jembatan gantung 120 meter ambruk di Nagan Raya Aceh
Baca juga: Jembatan gantung sepanjang 160 meter di pedalaman Aceh Barat putus
Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 200 jembatan di lokasi bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Februari 2026. Pembangunan jembatan dilakukan untuk menyambung jalur darat yang terputus akibat banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Seluruh jembatan ini terdiri atas berbagai jenis, yakni jembatan bailey, jembatan armco dan jembatan gantung.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































