Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet anggar kursi roda putra Indonesia Didit Diantoro terhenti langkahnya di ASEAN Para Games 2025, Thailand, usai kalah pada semifinal nomor individu epee klasifikasi A putra dengan poin 12-15 melawan wakil Malaysia, Krisana Sriujun.
Dalam pertandingan di Convention Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima, Rabu, Didit bertanding dengan ketat melawan atlet dari Negeri Jiran itu.
Sebelumnya, dia mengawali babak 16 besar dengan menang tanpa bertanding karena lawan mendapatkan bye. Kemudian saat perempat final, dia bersua atlet asal Filipina Andy Avellana dan menang 15-10.
Setelah langkahnya terhenti, Didit masih berpeluang meraih medali perunggu dalam perebutan tempat ketiga melawan wakil tuan rumah, Sangsawang Korakod.
Sementara itu, rekan senegaranya, Akhmad Saidah justru hanya sampai di babak perempatfinal nomor yang sama.
Awalnya atlet peraih emas dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo pada 2024 itu, berhasil menang 15-10 melawan Huynh Cong Son, pada babak 16 besar.
Namun, di babak berikutnya, dia kalah telak dengan poin 6-15.
Tim anggar kursi roda Indonesia, menurunkan delapan atlet untuk bertanding dalam tiga disiplin yakni foil, epee, dan sabre.
Perjuangan atlet Merah Putih masih berlanjut, melalui sejumlah nomor pertandingan di antaranya individu epee klasifikasi B putra, individu epee klasifikasi A putri, serta individu sabre klasifikasi B putri.
Baca juga: Nurfendi buka keran emas Indonesia di APG 2025
Baca juga: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam APG 2025
Baca juga: Banyak doa bantu Siti Alfiah hilangkan grogi saat debut 400 meter
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































