Jakarta (ANTARA) - Kendaraan yang mogok di tengah jalan dapat memicu kepanikan, terlebih ketika pengemudi tidak mengetahui penyebab kerusakan yang dialami oleh kendaraan yang sedang mereka tunggangi.
Mitsubishi Motors Indonesia dalam laman resminya, Senin, membagikan sejumlah tips yang dapat dilakukan pengemudi ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari mesin mati, overheat, ban bocor hingga kendaraan yang harus diderek.
Apabila mobil mogok, pengemudi perlu segera mengarahkan kendaraan ke bahu jalan atau lokasi yang aman.
Lampu hazard harus dinyalakan dan segitiga pengaman dipasang pada jarak yang mencukupi dari kendaraan, agar pengguna jalan lain dapat mengetahui keberadaan mobil yang berhenti.
Baca juga: Peran oli mesin cegah overheat di cuaca ekstrem
Baca juga: 10 hal yang wajib dicek sebelum membeli mobil bekas
Jika mesin tidak dapat dihidupkan akibat baterai atau aki lemah, pengemudi dapat menggunakan kabel jumper dengan bantuan kendaraan lain.
Namun, apabila penyebab mogok tidak diketahui, sebaiknya jangan memaksakan mesin untuk kembali menyala dan segera meminta bantuan teknisi.
Waspadai Mesin Overheat
Situasi darurat lainnya adalah mesin mengalami panas berlebih atau overheat. Kondisi ini, dapat ditandai dengan indikator peringatan temperatur yang berkedip pada dasbor.
Pengemudi harus menghentikan kendaraan di tempat aman dan mematikan mesin. Jika terlihat uap dari ruang mesin, tunggu hingga uap berhenti sebelum membuka kap mesin.
Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyebabkan luka bakar.
Setelah mesin cukup dingin, periksa kipas pendingin, level cairan pendingin melalui reservoir, serta selang radiator dan drive belt.
Jika ditemukan kebocoran atau kerusakan, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan berjalan dan segera dibawa ke bengkel.
Baca juga: Konsumen mulai tinggalkan patokan lama dalam memilih kaca film
Ban Bocor dan Kendaraan Harus Diderek
Ban yang kehilangan tekanan, dapat membuat mobil terasa oleng atau setir menarik ke satu arah. Pengemudi harus memperlambat kendaraan dan berhenti di tempat rata serta stabil.
Sebelum mengganti ban, aktifkan rem parkir, matikan mesin, pasang hazard dan segitiga pengaman, kemudian keluarkan penumpang ke lokasi yang aman.
Untuk transmisi manual, tuas dipindahkan ke posisi R, sedangkan transmisi otomatis pada posisi P. Pengganjal ban juga perlu dipasang secara diagonal berlawanan dengan roda yang diganti.
Pengemudi sebaiknya menggunakan jasa derek apabila mesin hidup tetapi kendaraan tidak bergerak, terdengar suara tidak normal, terdapat kebocoran oli atau cairan, maupun roda terjebak di parit.
Penanganan tersebut, dapat mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan selama perjalanan.
Baca juga: Lampu utama mobil menguning, tak perlu buru-buru ganti baru
Baca juga: Pengendara motor diimbau waspada paparan abu vulkanik
Baca juga: Cara benar bersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

















































